27 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Pemerintah-DPR Didesak KPSI Untuk Batalkan UU Ciptaker, Karena Mogok Nasional Berlanjut

Realita Indonesia –  Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan readyviewed aksi mogok nasional di sejumlah daerah masih akan berlanjut pada hari ini. Presiden KSPI Said Iqbal membantah mogok nasional ini sebagai aksi ilegal.

Berdasarkan data KSPI, aksi mogok nasional telah terjadi di Serang, Cilegon, Tangerang, Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, dan Karawang. Selain itu, mogok nasional untuk memprotes pengesahan Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) ini dilakukan di Semarang, Surabaya, Pasuruan, Gresik, Medan, Batam, Banjarmasin, dan Gorontalo.

“Setelah kemarin ratusan ribu bahkan hampir satu juta buru keluar dari pabrik-pabrik untuk mengikuti mogok nasional, hari ini kami akan melanjutkan,” ujarnya.

Said Iqbal menyatakan mogok nasional ini memiliki sejumlah dasar hukum. Adapun aturan, antara lain, UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan UU Nomor 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja.

Baca Juga :   Bos PLN Punya Utang 694 Triliun, Mulan Jameela Mencecar

Pada pasal 4 UU tersebut dinyatakan salah satu fungsi serikat pekerja adalah merencanakan dan melaksanakan mogok. Selain itu, mogok nasional itu sesuai dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik.

“Aksi buruh dilakukan dengan tertib, damai, dan tidak anarkis. Aksi ini dilakukan semata-semata untuk meminta pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membatalkan omnibus law,” tegas Said Iqbal.

KSPI menilai UU Ciptaker memiliki sejumlah masalah. Beberapa poin yang menjadi keberatan para buruh adalah pengurangan pesangon, karyawan kontrak dan outsourcing seumur hidup, dan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) dihilangkan. Masalah lainnya, ada syarat khusus untuk penetapan upah minimum kabupaten/kota, hingga potensi hilangnya jaminan kesehatan dan pensiun.

Baca Juga :   Deals Cash Casino
“KSPI mengimbau buruh yang melakukan aksi tetap mengutamakan kesehatan agar tidak terpapar COVID-19. Para buruh harus tetap menggunakan masker di lokasi aksi dan menjaga jarak,” pungkasnya.
Editor : Realita Indonesia
Sumber : s
Bagikan :
error: Content is protected !!