13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Pelabuhan Patimban Udah Resmi, Kang Emil Langsung Lempar Pantun Buat Pak Jokowi

Realita Indonesia – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melontarkan pantun untuk Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara soft launching Pelabuhan Patimban, Ahad, 20 Desember 2020. Ia berujar pantun tersebut dilontarkan ungkapan bangganya atas beroperasinya pelabuhan anyar di utara Jawa Barat itu.

“Sedikit rasa bangga saya, saya sampaikan sedikit pantun. ‘Ada nasi isi sarden dan ikan sepat. Sayurnya kangkung kulup mengundang selera. Kami sangat mengapresiasi visi presiden yang hebat. Kami pun bangga kinerja Menhub yang luar biasa’,” kata Ridwan Kamil yang akrab dipanggil Kang Emil itu.

Ridwan bangga dengan dioperasikannya Pelabuhan Patimban tersebut. Sebab, pelabuhan itu akan menjadi cikal bakal kawasan metropolitan Rebana. Kawasan tersebut akan terdiri dari 13 kota industri baru.

Baca Juga :   BPOM Dukung Negara-negara (OKI) Menjadi Pengembangan Obat Dan Vaksin Covid-19

Kalau kawasan metropolitan Rebana berhasil dengan Patimban sebagai cikal bakalnya, kata Emil, maka 4,3 juta pekerjaan akan tercipta dalam 15 tahun ke depan. “Dan memberikan tambahan pertumbuhan ekonomi sampai 4 persen untuk provinsi Jawa Barat yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar dia.

Karena itu, Ridwan mendoakan rencana itu diberi kelancaran ke depannya. Ia memastikan akan terus mendukung pembangunan tahap-tahap selanjutnya.

“Sehingga, keberhasilan Patimban akan menjadi keberhasilan kita semua dan konsep bapak terkait super koridor Jawa bagian utara juga disukseskan Patimban,” katanya.

“Dengan kapasitas terminal mobil sebesar 218 ribu mobil CBU dan nantinya menjadi 600 ribu kendaraan dan akan meningkatkan ekspor otomotif kita ke pasar global,” ujar Jokowi.

Baca Juga :   'Saya Diperintahkan Presiden Basmi Mafia Tanah' Ungkap Kapolri Listyo

Jokowi mengatakan proyek Pelabuhan Patimban fase pertama memiliki peran penting dan strategis dalam meningkatkan perekonomian Jawa Barat dan nasional. Keberadaan pelabuhan anyar tersebut juga berfungsi memperkuat keberadaan pelabuhan Tanjung Priok yang sekarang sudah terlalu padat, serta telah menimbulkan kemacetan di ruas jalan Bekasi-Jakarta dan sebaliknya.

Dengan lokasinya yang strategis di antara Bandara Kertajati dan kawasan industri di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta, Jokowi yakin Pelabuhan Patimban akan menjadi kunci penghubung antar kawasan. “Seperti industri manufaktur, pariwisata, dan sentra pertanian, serta menopang percepatan ekspor,” tutur dia.

Ke depan, Jokowi berharap keberadaan pelabuhan ini harus semakin terkonsolidasi dengan pengembangan industri dan perekonomian lokal. Selain itu, pelabuhan ini diharapkan mempercepat pertumbuhan sentra ekonomi baru.

Baca Juga :   Kapasitas Pendamping Desa Harus Ditingkatkan Dipinta Gus Menteri, Pokoknya Harus Ya!

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!