Patut Ditiru, Seorang Warga Bandung Sukarela Jadikan Rumahnya Jadi Tempat Isolasi Mandiri

realitaindonesia.com – Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengapresiasi kepedulian warga RW 1 Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal, dalam penanganan pandemi COVID-19.

Pasalnya, salah satu warga RW 1 RT 2 Kelurahan Kacapiring tersebut memberikan secara sukarela tempat tinggalnya menjadi tempat isolasi mandiri bagi warga sekitar yang terpapar COVID-19.

“Jadi kalau saya lihat dari perspektif empirik, alhamdulillah ada kelebihan yang bisa membanggakan yaitu rasa kepedulian, kebersamaan dengan segala keterbatasan masyarakat. Kepedulian yang dibangun oleh RT, Bu RW di mata saya luar biasa,” ujar Ema, Jumat, 2 Juli 2021.

Dia menambahkan, “Orang-orang seperti ini di Bandung harus terus kita bangun. Karena kepeduliannya tinggi, maka mereka berikan untuk tetangganya yang memerlukan fasilitas. Itu poin yang sangat luar biasa.”

Baca Juga :   'Sampaikan Kritik dengan Baik dan Santun agar Tidak Memicu Konflik' Ungkap Wapres

Menurut Ema, kolaborasi pemerintah dan masyarakat merupakan nilai penting dalam membangun kepercayaan diri untuk melawan pandemi. Saat ini, sudah ada 508 rumah isolasi mandiri yang tersebar di beberapa RW di Kota Bandung.

Rumah isolasi ini diperuntukan bagi warga setempat yang mengalami OTG (orang tanpa gejala) atau yang bergejala ringan dan sudah mendapatkan rekomendasi dari puskesmas untuk menjalankan isolasi mandiri.

“Idealnya tempat isoman seperti ini diperbanyak. Jadi nanti tidak semua ke RS (rumah sakit). RS di Kota Bandung sudah berat. Bahkan sudah ada yang menutup pelayanan karena sudah tidak ada tempat tidur,” ujarnya.

Pada kesempatan yanga sama, Ketua RW 1 Kelurahan Kacapiring, Euis Ratna mengatakan, rumah isolasi ini diperuntukan bagi warga yang terpapar. “Saat ini ada satu keluarga yang sedang diisolasi mandiri. Sebelumnya ada 4 tapi sudah keluar,” kata Euis.

Baca Juga :   'Survei Tertinggi, Prabowo Punya Tempat Spesial di Hati Rakyat' Ungkap Gerindra

Euis memastikan, pihaknya juga turut bertanggung jawab memenuhi kebutuhan para warga yang terpapar selama menjalankan isolasi mandiri. Termasuk terus berkoordinasi dengan puskesmas.

“Kami sepakat dengan pengurus yang lain tidak akan membebankan masyarakat. Jadi keuangan RW dan RT, kita pergunakan untuk membiayai warga selama isoman 14 hari,” ujarnya.

“Prosedurnya setiap ada yang terpapar saya langsung lapor ke kelurahan untuk pendataan dan ke puskesmas untuk tindak lanjut. Biasanya setelah ada laporan, puskesmas minta KK dan KTP dan hasil swab, besoknya keluarganya langsung ditindak lanjut untuk di-swab juga,” tuturnya.

Jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai masker, Menjaga jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci tangan pakai sabun.

Baca Juga :   Aman Memasak Selama Pandemi Covid-19, Ini Tipsnya!

 

Artikel ini telah tayang di :
https://id.berita.yahoo.com/gotong-royong-rw-atasi-lonjakan-082003444.html

Bagikan :

Next Post

COVID-19: Varian Kappa Ditemukan di Jakarta, Termasuk Varian Mengkhawatirkan

Jum Jul 2 , 2021
realitaindonesia.com – Varian baru dari virus Sars Cov-2 terus bermunculan seiring dengan karakteristik virus yang terus bermutasi. Di Jakarta, varian Delta masih mendominasi mutasi virus. Berdasarkan paparan Pemprov DKI saat rapat bersama dengan pemerintah pusat pada Selasa (29/6) lalu, kasus mutasi varian Delta di Jakarta sebanyak 111 kasus. Mutasi lainnya […]

Breaking News

error: Content is protected !!