Para akademisi di bidang migas dituntut untuk bisa lebih beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Realita Indonesia – Para akademisi di bidang migas dituntut untuk bisa lebih beradaptasi dengan perkembangan teknologi energi dan kebutuhan zaman. Sehingga dapat semakin produktif di era disruptif ini. Bahkan lulusan teknik perminyakan tidak harus berkontribusi di sektor migas saja.

Demikian benang merah acara sharing knowledge virtual Ikatan Alumni Teknik Perminyakan Trisakti (IAPT) didukung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang digelar secara online pada hari Sabtu, 28 November 2020.

Acara tersebut memberikan harapan baru bagi mahasiswa teknik perminyakan lulusan tahun 2020 dan mahasiswa tingkat akhir di tengah tantangan industri migas pada masa pandemi covid-19.

Secara persentase, porsi minyak bumi dalam bauran energi nasional menurun seiring dengan peningkatan bauran energi terbarukan. Namun, secara volume, konsumsi minyak relatif meningkat. Lulusan teknik perminyakan harus bisa adaptif dengan perubahan situasi global. Demikian ungkapan Ariana Soemanto, Kepala Bagian Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian ESDM dalam mendukung acara daring tersebut.

Baca Juga :   Bandara Tana Toraja Akan Diresmikan Presiden Jokowi, Pihak Sekda Pastikan Tidak Ada Kerumunan

“Mahasiswa dan alumni baru teknik perminyakan yang ingin memperdalam keilmuan energi terbarukan, kita bisa lakukan diskusi teknis dan kolaborasi lebih lanjut. Kementerian mendukung penuh peningkatan kapasitas SDM bidang energi,” tambahnya.

Sekjen IAPT, Andika Rizki yang menjadi pembicara acara tersebut mengingatkan alumni dan mahasiswa untuk tetap upgrading knowledge, skills dan attitude agar selalu siap berperan di masyarakat terutama di industri migas.

“Alumni dan mahasiswa harus mengedepankan self empowerment, mengupayakan yang terbaik dari dirinya masing-masing. Terutama yang ada di industri oil and gas, agar bisa mendukung target produksi minyak 1 juta barel per hari,” tambah alumni angkatan 1998 yang pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti.

Baca Juga :   BPBD : Karhutla Di Aceh Barat Meluas Menjadi 6 Hektare, Pemadaman Sudah 85 Persen

Pembicara lainnya, Daniel Momos Panjaitan memberikan visualisasi video berisi slide dan rekaman untuk para mahasiswa dan generasi muda untuk tidak menyerah di era disruptif.

“Kita harus mampu membuat rencana terbaik dan menganalisa apakah rencana tersebut sudah sesuai atau perlu adjustment sehingga bisa reliable di era informasi cepat dan job market saat ini. Kita wajib menguasai skill digital terlebih dengan implementasi teknologi 5G kedepan,” ungkap profesional yang pernah berkecimpung di dunia eksplorasi migas selama 13 tahun di 8 negara berbeda.

Daniel juga memberikan paparan masa depan carbon tax dan kemungkinan aplikasi carbon capture storage atau pembuangan karbon secara injeksi pada dunia migas.

Baca Juga :   Bandara YIA Kulon Progo Diresmikan Presiden Jokowi Hari Ini

Paparan yang menarik datang dari alumni teknik perminyakan Trisakti yang juga co-founder @nonakeyskitchen. “Sebagai kaum intelektual terpelajar, baik mahasiswa dan ikatan alumni perminyakan trisakti harus bisa menjadi contoh untuk berkontribusi mendukung kemajuan bangsa dengan berani mengeluarkan setiap potensi dirinya baik di lingkungan industri perminyakan ataupun menjadi entrepreneur melalui membangun identitas brand, memahami trend dari konsumen dan siap berkolaborasi dengan sektor berbeda sekalipun” ungkap sarjana teknik yang sekarang fokus di dunia marketing dan branding.

Acara yang dikemas menarik oleh moderator Daymas Arangga ini juga dihadiri oleh Ketua Umum IAPT Inge Sondaryani, yang mengungkapkan kebanggaannya pada alumni dan mahasiswa yang tetap semangat mewujudkan perannya di masyarakat

Sumber : Merdeka.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!