27 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

PANDI Bikin Lomba Pembuatan Website Berkonten Aksara Sunda

PANDI gelar lomba domain aksara Sunda.(Dok. 2020 Merdeka.com)

Realita Indonesia – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama pegiat aksara Sunda dari Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda Universitas Padjajaran (PDP-BS Unpad) menyelenggarakan lomba pembuatan situs web berdomain aksara Sunda dengan sebagian atau seluruh isi kontennya menggunakan aksara Sunda.

Mohamad Shidiq Purnama, Chief Registry Operator (CRO) PANDI, menjelaskan lomba ini merupakan kali kedua yang diselenggarakan PANDI, setelah menggelar lomba serupa berdomain aksara Jawa (Hanacaraka).

“Lomba ini merupakan rangkaian acara lanjutan dalam rangka pelestarian aksara nusantara yang memang menjadi kepedulian PANDI,” ujar Shidiq dalam keterangan resminya, Kamis (11/6).

Menurut Shidiq, upaya pelestarian budaya aksara nusantara ini dilakukan karena lambat laun semakin ditinggalkan generasi muda. Kami berkomitmen untuk bisa ikut berpartisipasi dalam rangka pelestarian budaya aksara nusantara, agar bisa terdigitalisasi sehingga dapat digunakan sebagai alamat (domain name) di internet.

Baca Juga :   Sesosok Bayi Perempuan Ditemukan Warga di Tepian Sungai Cianjur

Pendaftaran lomba ini dimulai pada pertengahan Juni ini dan ditutup pada 14 Agustus tahun ini. Batas waktu submit website hingga 13 November dengan pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 11 Desember mendatang.

PANDI menyediakan hadiah untuk tiga pemenang berupa smartphone, uang tunai, dan merchandise eksklusif.

“Untuk pendaftaran peserta bisa langsung submit di tautan s.id/lombaaksarasunda. Untuk informasi lebih lanjut bisa didapat di semua platform media sosial PANDI,” tutup Shidiq.

Sesuai Rekomendasi Tim Unicode Aksara Sunda 2008
Dadan Sutisna, Sekretaris Yayasan Kebudayaan Rancagé, menjelaskan aksara nusantara merupakan warisan budaya berharga untuk dipelihara. Kegiatan lomba ini selaras dengan rekomendasi Tim Unicode Aksara Sunda yang dibentuk pada 2008, ketika aksara Sunda didaftarkan ke konsorsium Unicode.

Baca Juga :   'Ekonomi RI Kontraksi Tapi Tak Terpuruk Dalam' Ungkap Bappenas

“Kala itu kami berharap aksara Sunda bisa dikembangkan oleh masyarakat melalui berbagai perangkat digital. Sekarang cukup banyak kalangan yang menaruh perhatian pada pengembangan aksara Sunda, mulai dari pembuatan fonta hingga aplikasi berbasis Android. Adalah benar bahwa belakangan aksara Sunda mulai tergerus zaman, bahkan kaum milenial banyak yang tidak tahu ini (aksara Sunda). Menjadi kewajiban untuk terus mewariskan budaya leluhur agar mengikuti perkembangan jaman,” ucap Dadan.

Prof Dr Ganjar Kurnia, Ketua PDP-BS Unpad, menambahkan lomba ini sejalan dengan salah satu tujuan PDP-BS, yaitu menyelamatkan kekayaan budaya tulis orang Sunda dari kepunahan dan menyebarluaskan kembali kepada masyarakat.

Melalui lomba ini, semua orang terutama masyarakat Jawa Barat bisa tergerak untuk ikut berpartisipasi melestarikan aksara Sunda tersebut.

Baca Juga :   Whatsittoyou On HubPages

“Semoga masyarakat bisa ikut berperan dalam menjaga kelestarian aksara Sunda, memadukannya dengan kemajuan teknologi melalui website, agar (aksara Sunda) bisa lebih dikenal lagi oleh kalangan milenial dan masyarakat,” ungkap Ganjar.

Untuk diketahui, PANDI telah menyelenggarakan lomba serupa untuk konten aksara Jawa (Hanacaraka) bekerja sama dengan komunitas pegiat aksara Jawa Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta.

PANDI akan menggandeng pegiat aksara daerah lain untuk menyelenggarakan lomba serupa dalam rangka digitalisasi aksara nusantara.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : merdeka.com

Bagikan :
error: Content is protected !!