Pada Penguatan Nilai Tukar Rupiah, Menguji Sentimen Vaksin

Realita Indonesia – Optimisme penemuan vaksin Covid-19 diduga membuat rupiah menguat pada perdagangan akhir pekan ini setelah melemah dua hari berturut-turut. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 18 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp14.872 pada akhir perdagangan, Jumat 25 September 2020.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan bahwa rebound rupiah pada hari ini ditopang oleh kabar baik setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan lampu hijau untuk vaksin Covid-19 yang ditemukan di China.

“Ada good news dari WHO sudah approve vaksin Covid-19 yang ditemukan di China sehingga memberikan optimisme jumlah kasus Covid-19 di Indonesia juga bisa turun,” kata Josua kepada Bisnis, Jumat 25 September 2020.

Josua menuturkan bahwa peningkatan imunitas masyarakat di suatu negara bakal mendorong pemulihan ekonomi yang lebih cepat lagi. Adapun, pelemahan rupiah sebelumnya disebut Josua berasal dari tekanan penguatan indeks dolar AS dan belum ada kepastian mengenai stimulus fiskal di Negeri Paman Sam.
Mengenai perpanjangan PSBB DKI Jakarta, dampa terhadap rupiah dinilai tidak terlalu signifikan seperti saat pengumuman PSBB pertama dan kedua.

Menurut Josua, saat ini pelaku pasar tidak lagi panik berlebihan dan menilai PSBB kali ini merupakan upaya pemerintah mementingkan kesehatan walau harus mengorbankan aktivitas ekonomi.

Baca Juga :   Usai Gempa M 6,2 di Sulbar, Kini Jaringan Listrik Berangsur Pulih

“BI juga mengatakan akan tetap ada di pasar, intervensi akan tetap dilakukan. Hal-hal itu akan bisa mengurangi volatilitas rupiah dan kita harapkan ini bisa semakin baik sehingga mendorong stabilitas rupiah ke depannya,” ujar Josua.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : tempo.co

Bagikan :

Next Post

Bukan Kebijakan Fiskal Saja Yang Menaikkan Cukai Rokok, Tapi Kesehatan Juga Kata Kemenkeu

Sen Sep 28 , 2020
Realita Indonesia – Pemerintah berencana menaikkan cukai rokok untuk tahun 2021 menjadi senilai Rp172,8 triliun. Angka tersebut naik 4,8 persen dari tahun sebelumnya. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan bahwa tujuan utama pemerintah menaikkan cukai rokok adalah bukan pada mendapatkan besarnya pemasukan negara. “Kenaikan cukai rokok bukan sekadar kebijakan fiskal […]

Breaking News

error: Content is protected !!