Olahraga Roundnet Diperkenalkan ke Indonesia, Berawal di Kota Bandung

KOMUNITAS Ronin (Roundnet Indonesia) Dok. Arif Budi Kristanto

Realita Indonesia – Komunitas Ronin (Roundnet Indonesia) mencoba mempopulerkan olah raga permainan roundnet di Indonesia dengan Kota Bandung sebagai embrio sosialisasinya.

Berbasis permainan yang menyenangkan, Ketua Ronin Genta Fajar optimistis olah raga ini akan digemari dan berkembang di Kota Bandung khususnya dan Indonesia umumnya.

“Roundnet ini dasarnya adalah permainan di halaman rumah yang kemudian berkembang menjadi sebuah olah raga permainan setelah banyak negara di Amerika dan Eropa memainkannya serta menggelar turnamen. Konsep permainan olah raga roundnet ini tidak jauh berbeda seperti olah raga bola voli, hanya media dan ukuran lapangnya yang berbeda. Yang pasti sangat menyenangkan untuk dimainkan karena olah raga rekreasi juga,” kata Genta di Sekretariat Ronin, Jalan Panaitan, Kota Bandung, Rabu, 10 Juni 2020.

Roundnet merupakan olah raga permainan yang diciptakan Jeff Krunek pada tahun 1989. Olah raga ini melibatkan empat orang yang dibagi dalam dua tim sebagai pemainnya. Genta sebagai pionir pegiat roundnet di Indonesia mengatakan, olah raga ini sempat vakum pada 1995 namun kembali menggeliat pada 2008.

Baca Juga :   Bukan Lebih Tinggi Di Atas Pandemi, Jadi Ini Arti Sindemi Covid-19 Yang Sebenarnya

“Di Amerika dan Eropa, olah raga ini berkembang pesat. Di sejumlah negara Asia juga sudah populer dan ada kompetisinya. Bahkan kompetisi roundnet di Eropa sudah disiarkan kanal olah raga ESPN dalam 2 sampai 3 tahun terakhir ini,” tutur Genta.

Dia menjelaskan, seperti permainan bola voli, olah raga round net memperbolehkan pemainnya melakukan sentuhan maksimal tiga kali saat memainkannya.

Masing-masing pemain hanya boleh melakukan sentuhan atau pukulan sebanyak satu kali secara bergantian. Namun saat servis dan sentuhan terakhir, bola yang terbuat dari karet harus dipantulkan ke lingkaran pemantul berdiameter 90 cm dan tinggi 25 cm yang disebut roundnet.

“Untuk ukuran lapangan tempat bermain, sebenarnya tidak terbatas tergantung seberapa jauh bola itu dipantulkan pemainnya sehingga idealnya memang dilakukan di outdoor. Tapi di dalam ruangan juga tetap bisa dilakukan dengan fun,” tutur Genta.

Pada sebuah kejuaraan, kata Genta, hitungan poin berakhir pada angka 21. Namun, sebagai permainan, perhitungan poin bisa dimodifikasi.

“Soal jumlah poin maupun ukuran lapangan bisa fleksibel kalau untuk permainan. Yang baku aturannya itu lingkaran pemantul, bola, dan jumlah sentuhan,” ujaranya.

Baca Juga :   Untuk Hadapi Covid-19, Es Kering Kini Banyak Dicari Emang Fungsinya Apa?

Lebih lanjut dia menambahkan, olah raga round net di Indonesia memang pertama kali dimainkan di Kota Bandung. Peralatan olah raga asal Amerika Serikat in ini juga baru dimiliki Ronin sebagai satu-satunya organisasi olah raga round net di Indonesia.

“Kita pertama kali memainkan round net ini di lapangan futsal Supratman pada akhir Februari lalu, tepat sebelum PSBB. Saat ini sudah ada sekitar 20 orang yang rutin melakukan olah raga ini,” tuturnya.

Salah seorang pelaku olah raga ini adalah musisi rap asal Kota Bandung Ebith Beat A. Ebith mengaku mulai menggemari olah raga ini lantaran memberikan kesenangan sekaligus kesehatan dalam waktu bersamaan.

“Saya mulai main roundnet sejak awal Maret lalu, sebelum ketentuan PSBB diterapkan. Tapi meski masih PSBB, olah raga ini masih bisa dimainkan dan sangat mambantu saya bisa berolahraga saat di rumah. Bisa tetap berkeringat, sehat, dan yang tidak kalah penting juga olah raga ini bikin happy, fun,” kata Ebith.

Baca Juga :   Usai Sembuh dari Covid-19, Hendi Siap Hadiri Uji Publik Penajaman Visi Misi

Dia mengakui mulai mencari tahu soal roundnet karena penasaran dengan olah raga baru itu. Ebith menilai, olahraga ini unik sekaligus praktis lantaran bisa dimainkan di mana saja.

“Kita dituntut fokus mengarahkan bola ke titik lingkaran pantul yang menjadi inti dari permainan olah raga ini. Selain itu, kita juga harus punya chemistry dengan teman tim kita dan harus bisa menebak gerakan lawan kita. round net ini mudah dimainkan dan sederhana,” kata Ebith yang juga menggemari olah raga futsal, renang, dan rutin bersepeda itu.

Faktor lain yang bikin Ebith menyukai olahraga around net adalah karena bisa dimainkan di mana saja dan kapan saja dengan kawan-kawan.

“Olah raga ini memang ada aturannya, apalagi kalau kompetisi. Tapi untuk permainan, aturan bisa kita modifikasi sesuai dengan kondisi di tempat kita main. Kita bisa main di garasi rumah, di halaman, di kamar, apalagi di lapangan. Cocok lah kalau saat masa PSBB seperti ini,” ujar Ebith.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : pikiran-rakyat.com

Bagikan :
error: Content is protected !!