13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Obat Covid-19 Dibanderol Rp1,3 Juta, Bakal Dijual

Realita Indonesia – Badan usaha milik negara (BUMN) bidang farmasi, PT Indofarma (INAF), akan menjual obat Covid-19 bermerek Desrem. Obat itu antivirus Covid-19 berbentuk serbuk injeksi liofilisasi yang mengandung zat aktif remdesivir.

Adapun, penanganan untuk Covid-19 adalah Desrem™ Remdesivir Inj 100 mg, yang merupakan produk antiviral hasil produksi Mylan Laboratories Ltd, yang akan dipasarkan oleh PT Indofarma Tbk dalam waktu dekat.

“Rencananya hari ini kita jual harga remdesivir dari Indofarma Rp1,3 juta. Produk yang akan kami pasarkan dalam waktu dekat adalah Desrem™ Remdesivir Inj 100mg, yang telah mendapatkan persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) di Indonesia dan telah disetujui oleh BPOM melalui penerbitan Nomor Izin Edar yang sudah diterbitkan pada tanggal 30 September 2020,” ujar Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto.

Baca Juga :   Jerinx dijebloskan ke Lapas Kerobokan Bali

Desrem™ Remdesivir Inj 100mg yang akan mulai dipasarkan pekan depan merupakan obat yang digunakan untuk pasien rawat inap Covid-19 dalam kondisi sedang-berat. Kemudian, ketersediaan untuk bulan ini sudah ada sekitar 400.000 vial dengan harga yang tentunya terjangkau oleh masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan bergabungnya entitas BUMN farmasi dalam suatu naungan holding, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam percepatan penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Ini sisi pencegahan melalui penyediaan vaksin, penanganan melalui pengobatan dan pemberian multivitamin, maupun melalui penyediaan alat kesehatan,” katanya.

Dua anggota holding BUMN farmasi sudah mampu memproduksi obat untuk Covid-19. PT Kimia Farma Tbk mampu memproduksi Favipiravir yang dapat dipergunakan untuk terapi Covid–19. Sementara PT Indofarma Tbk siap memasarkan obat anti-Corona Remdesivir dengan nama dagang Desrem™.

Baca Juga :   Harga Nissan Leaf di Atas Rp 600 Juta, Masuk Indonesia

Selain Favipivar, PT Kimia Farma Tbk, dan anak usahanya, PT Phapros Tbk, telah berhasil memproduksi juga beberapa obat untuk penanganan Covid-19 antara lain Chloroquine, Hydroxychloroquine, Azithromycin, Favipiravir, Dexamethasone dan Methylprednisolon.

Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk. Verdi Budidarmo menambahkan, untuk jenis obat Favipiravir sudah dapat diproduksi sendiri oleh Kimia Farma, dan merupakan produk pertama di Indonesia yang dikembangkan sendiri oleh BUMN, dan telah mendapatkan Nomor Ijin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Ini akan distribusikan ke seluruh layanan kesehatan sesuai dengan regulasi pemerintah,” katanya.

Sementara itu, anggota holding BUMN Farmasi lainnya, PT Indofarma Tbk, beserta seluruh grup usahanya (“Perseroan”) mendukung upaya pemerintah dalam hal penekanan penyebaran Covid-19 di Tanah Air melalui berbagai jenis produk. Antara lain Oseltamivir 75gr Caps yang merupakan antiviral unggulan yang saat ini telah menjadi rujukan sebagai protokol pengobatan Covid-19 di berbagai rumah sakit.

Baca Juga :   Rincian UMK 2021 untuk Provinsi Jawa Barat

Oseltamivir 75 gr Caps merupakan produk yang telah memiliki sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri senilai 40,06%. Obat ini telah diproduksi sendiri oleh PT Indofarma Tbk, dengan kapasitas produksi sebesar 4,9 juta kapsul per bulan, sehingga diharapkan dapat mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!