Nason Utty Berharap Pemerintah Buka Dialog Lebih Luas Dengan Kelompok Pro Kemerdekaan Papua

realitaindonesia.com – Dalam rangkaian pembahasan revisi UU Otonomi Khusus, DPR Papua meminta pemerintah pusat membuka ruang dialog dengan kelompok pro kemerdekaan Papua, terutama UMLWP yang selama ini sudah membangun gerakan pro kemerdekaan Papua bukan hanya di tingkat akar masyarakat rumput tapi juga dunia internasional.

Hal ini penting dilakukan sama halnya dulu ketika pemerintah membuka ruang dialog dengan GAM sehingga persoalan Aceh bisa selesai dan Aceh hingga hari ini tetap menjadi bagian dari NKRI.

“Jadi kenapa jalan yang sama tidak kita buat dengan UMLWP? Ajak mereka dialog, ada tim atau tempat independen yang fasilitasi. Kalau dulu GAM di Helsinki, maka untuk Papua bisa ditentukan yang intinya agar ada dialog dan tentu saja dialog ini harus kita letakkan dalam konteks NKRI. Jika ini dilakukan maka kami sangat yakin persoalan Papua bisa diurai dengan baik,” kata Anggota DPR Papua Nason Utty melalui keterangannya, Kamis (24/6/2021).

Baca Juga :   'AHY di Puncak Tanpa Mendaki, Tak Tahu Cara Turun, SBY yang Turun Gunung' ungkap Jhoni Allen

Dijelaskan Nason, solusi dialog yang selama ini dilakukan pemerintah tidak berjalan efektif karena tidak dilakukan dengan ‘counter part’ dialog yang jelas.

“Yang jadi soal kan kelompok yang meminta merdeka ini, ya mereka lah yang harus kita ajak dialog, tokoh-tokohnya baik yang ada di lokal maupun di internasional. Kalau selama ini kan dialog juga dengan kelompok yang itu-itu saja makanya tidak efektif. Saya rasa perlu ada keberanian atau terobosan untuk itu,” ucapnya.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah sangat bagus memiliki keberpihakan pada orang-orang asli Papua dengan banyak kebijakan terutama pembangunan di tanah Papua.

Dan Presiden Jokowi akan dikenang jika memiliki keputusan politik yang baik untuk menyelesaikan masalah Papua.

Baca Juga :   ODGJ Tersangkut di Pembatas Jalur Sepeda Permanen Jl Sudirman

“Saya rasa Bapak Presiden paham konflik Papua ini punya sejarah panjang. Dan tidak mudah menguraikannya sehingga perlu langkah besar meski perlu terukur untuk menyelesaikannya dan kami yakin dialog dengan kelompok pro kemerdekaan itu adalah langkah yang tepat,” ujar Nason.

Sebagai bagian utuh NKRI, lanjut Nason, solusi atas masalah Papua adalah tanggung jawab negara dan karena itu negara punya kewajiban menyelesaikan masalah Papua secara serius seperti dilakukan dengan GAM di Aceh dahulu.

“Kalau di GAM kita bisa kenapa Papua tidak kita lakukan demikian? Masalahnya sama yaitu ada kelompok separatis yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Jika ini kita lakukan, saya rasa kelompok pro kemerdekaan Papua juga mau membuka diri,” pungkasnya.

Baca Juga :   Mengenal Jenis Profesi Dalam Bahasa Inggris

 

Artikel ini telah tayang di :
https://www.tribunnews.com/nasional/2021/06/24/dpr-papua-minta-pemerintah-buka-ruang-dialog-dengan-kelompok-pro-kemerdekaan-papua

Bagikan :

Next Post

John McAfee, Pendiri Antivirus Komersial Pertama di Dunia Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Kam Jun 24 , 2021
realitaindonesia.com – Pendiri perusahaan software antivirus McAfee, John McAfee dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (23/6/2021). Pengusaha kelahiran Inggris itu ditemukan tewas bunuh diri di sel penjara di Barcelona, Spanyol. Selang beberapa jam sebelum kematiannya, McAfee telah mendengar putusan dari Pengadilan Tinggi Spanyol yang mengizinkan ekstradisinya ke AS, terkait tuduhan kasus […]

Breaking News

error: Content is protected !!