12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Napoleon mengungkap klaim kedekatan Tommy dengan Listyo dan Azis saat mengajukan permohonan penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Realita Indonesia – Kuasa Hukum Tommy Sumardi, Dion Pongkor membantah keterangan Irjen Napoleon Bonaparte yang membeberkan kedekatan kliennya dengan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

Saat bersaksi untuk terdakwa Tommy, Selasa (24/11), Napoleon mengungkap klaim kedekatan Tommy dengan Listyo dan Azis saat mengajukan permohonan penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Menurut Dion, Napoleon banyak mengarang cerita saat bersaksi untuk terdakwa Tommy Sumardi. Terlebih, apa yang disampaikannya itu merupakan hal baru yang tak ada di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Itu omongan dia (Napoleon Bonaparte) tidak benar. Dia hanya klaim saja tanpa didukung bukti yang sahih,” kata Dion kepada wartawan, Jakarta, Rabu (25/11).

Baca Juga :   Tunjangan Emang Dihapus Tapi Gapok Naik, Jadi Jangan Khawatir Buat Kalian Para PNS!

Dion memastikan, pernyataan terbaru Napoleon Bonaparte yang mengkaitkan kliennya dengan Kabareskrim dan Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin hanya ilusi semata. Pasalnya, dalam persidangan, kliennya telah membantah semua pernyataan Napoleon.

“Anehnya, di BAP, dia tidak pernah bicara soal nama Kabareskrim dan Aziz Syamsuddin,” ungkapnya.

Dion mensinyalir, apa yang disampaikan Napoleon sebagai upaya menggiring opini. Hal ini bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari jerat hukum yang sedang dijalani. Modus yang dipakai Napoleon, kata Dion, ini lumrah dibuat oleh para terdakwa yang tengah berurusan dengan hukum.

“Biasalah, yang namanya terdakwakan, dia lempar isu apa saja untuk menyelamatkan diri,” jelasnya.

“Yang pasti, silakan menilai tabiat terdakwa. Dia tidak mengakui perbuatannya, soal surat ke imigrasi hapus red notice Djoko Tjandra, keterangannya berbeda dengan bawahannya, soal pertemuan dengan Tommy Sumardi dia menyangkal waktunya. Sehingga berbeda dengan keterangan dua Sesprinya sendiri, berbeda juga dengan alat bukti elektronik berupa WhattsAppnya sendiri yang mengkonfirmasi pertemuan, bisa dipercaya apa enggak orang macam itu,” sambungnya.

Baca Juga :   RI Dorong Akses Mudah Pengembangan Vaksin Untuk Jelang KTT G20

Dion menegaskan, apa yang disampaikan oleh Napoleon tersebut juga sudah dibantah langsung oleh kliennya dalam persidangan tersebut.

Sumber : Merdeka.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!