Naik Hingga 26%, Aturan PSBB Sudah Berhasil Dorong Peningkatan Pelanggan Indihome

Realita Indonesia – PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk optimistis hingga akhir tahun ini dapat meraih 8 juta hingga 8,5 juta pelanggan Indonesia Digital Home (Indihome).

VP Marketing Management Telkom Edie Kurniawan mengatakan pandemi Covid-19 dan juga diterapkannya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) turut mendorong masyarakat untuk lebih sering menggunakan internet. Dampaknya pemakaian traffic layanan data internet meningkat 60% dibandingkan biasanya.

“Sedangkan pengguna internet di Indonesia saat ini pertumbuhannya hampir mencapai 120%,” kata Kurniawan, dalam webinar media briefing Program IndiHome “Semua Bisa Berubah Maju”, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, hal tersebut juga turut berimbas pada peningkatan pelanggan Indohome. Secara sales dan permintaan, perseroan mencatat adanya pertumbuhan jumlah pelanggan Indihome sebesar 26% dibandingkan biasanya.

Baca Juga :   PM Malaysia Ke Indonesia, Dan Ini Kunjungan Kenegaraan Pertama Lho!

“Target sampai akhir tahun sekitar 8 juta-8,5 juta pelanggan, kami optimistis karena saat ini saja jumlah pelanggannya telah mencapai 7,8 juta,” harapnya.

Sejumlah strategi dilakukan Telkom untuk menggaet pelanggan baru. Di antaranya dengan menggelar promosi akhir tahun bertema “Semua Bisa Berubah Maju”. Di sisi lain, perusahaan telekomunikasi pelat merah ini juga terus meningkatkan layanan dan memperluas jaringannya.

“Hingga saat ini, kami telah menjangkau 95% kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Jadi, ada sekitar 490 wilayah yang ter-cover dari total 519 kabupaten dan kota,” sebut Kurniawan.

Di sisi lain, Telkom terus berupaya untuk proaktif dalam mengatasi sejumlah permasalahan yang dihadapi pelanggan Indihome.

VP Consumer Asurance Telkom Suparwiyanto mengatakan saat ini layanan Indihome telah tersebar dari Sabang hingga Merauke. Untuk terus meningkatkan kecepatan layanan jaringan internet, Telkom telah menambahkan sejumlah teknologi terbaru misalnya melalui big data dan juga artificial intelligence.

Baca Juga :   Ini Kata Epidemiolog : Segera Terapkan Sanksi Progresif untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

Editor : Realita Indonesia

Sumber : sindonews.com

Bagikan :
error: Content is protected !!