12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Naik 86%, Zona Merah Tinggal Kota Bekasi Kata Ridwan Kamil

Realita Indonesia – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, zona merah atau daerah dengan risiko tinggi penyebaran Covid-19 di Jawa Barat tersisa tiga daerah. Salah satunya Kota Bekasi, satu-satunya daerah zona merah di Bodebek, dua lainnya adalah Karawang dan Kota Cirebon.

Dia mengklaim, tingkat kematian menurun dan angka kesembuhan meningkat di Jawa Barat. “Sebelum ada koordinasi dari Pak Menko itu, (tingkat kematian akibat Covid-19) di Jabar 2,4 persen, sekarang di angka 1,88 persen. Recovery rate sebelumnya di angka 53 persen, sekarang sudah membaik menjadi 59 persen (58,91 persen) dan ini sudah membaik secara umum,” kata Ridwan Kamil, dikutip dari rilis, Kamis, 24 September 2020.

Ridwan Kamil memaparkannya dalam rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang digelar virtual, Kamis, 24 September 2020. Hadir dalam rapat tersebut diantaranya Gubernur DKI, Kapolda Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi, serta kepala daerah di wilayah Jabodetabek.

Ridwan Kamil mengatakan, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB ketat di DKI, terjadi penurunan pergerakan manusia di destinasi wisata dan hotel di Jawa Barat. Kendati demikian, pengetatan pengawasan di hotel dan restoran di wilayah Bodebek akan makin ditingkatkan.

Klaster industri juga masih menjadi perhatian Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Jawa Barat. Ridwan Kamil mengaku, sudah meminta pihak perusahaan untuk menggelar tes usap atau swab PCR mandiri bagi karyawannya.

Baca Juga :   Produk-produk RI Harus Membanjiri Pasar Lokal Kata Mendag Lutfi

Ridwan Kamil juga melaporkan keterisian fasilitas ruang isolasi bagi pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan di Jawa Barat. Data per 19 September 2020, dari 320 rumah sakit rujukan di Jawa Barat, tingkat keterisian bervariasi.

Ruang isolasi hijau, untuk perawatan pasien Covid-19 dengan gejala ringan tingkat keterisiannya 46,24 persen. Ruang isolasi kuning untuk pasien dengan gejala sedang 62,61 persen, ruang isolasi merah untuk pasien dengan gejala berat 50,92 persen, serta tingkat keterisian ruang IGD 19,04 persen dan ICU 39,59 persen.

Ridwan Kamil mengatakan, 10 rumah sakit terbanyak yang merawat pasien Covid-19 mayoritas berada di zona Bodebek. “Wilayah Bodebek menjadi paling banyak dalam menangani kasus Covid-19 sebesar 80 persen,” kata dia.

Baca Juga :   3 Pesan Utama yang Disampaikan Jokowi di Penutupan KTT Ke-37 Asean

Dalam rapat koordinasi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, sekaligus Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengatakan, warga agar tidak berkerumun di tempat makan dan cafe, khususnya di wilayah Bodebek.

Tingkat keterisian ruang ICU di rumah sakit di wilayah Jabodetabek relatif tinggi, yakni 72,7 persen. Beberapa disebutnya kritis, dengan tingkat keterisian 80 persen, diantaranya berada di Kota Depok. “Untuk permasalahan tersebut nanti akan dibantu oleh Kemenkes melalui langkah-langkah yang tepat dalam menurunkan angka-angka tersebut menjadi sekitar 60 persen,” kata Luhut, dikutip dari rilis, Kamis, 24 September 2020.

Luhut meminta semua pihak agar tidak panik. “Ini yang harus segera kita tangani lagi, jangan sampai kita terlalu panik, yang penting kita melakukan dengan mitigasi dengan tepat,” kata dia.

Baca Juga :   Vaksin Sinovac : 'Sakti' Untuk Bentuk Antibody Anak Dan Remaja

Editor : Realita Indonesia

Sumber : tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!