26 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut Serapan Anggaran Kementerian PUPR Baru 72 persen

Realita Indonesia – Selasa, 17/11/2020 08:41 WIB Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut serapan anggarannya per 14 November mencapai Rp64,06 triliun atau baru berkisar 72,94 persen. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut serapan anggarannya per 14 November mencapai Rp64,06 triliun atau baru berkisar 72,94 persen.

Realita Indonesia – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut serapan anggaran kementeriannya per 14 November 2020 mencapai 72,94 persen atau Rp64,066 triliun, dengan realisasi fisik sekitar 74,79 persen.

Meski tergolong rendah, menurut Basuki, secara persentase serapan anggaran tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana realisasi anggaran sebesar 68,61 persen dengan realisasi fisik 65,32 persen.

Baca Juga :   Selama PPKM Jawa-Bali, Pemerintah Harus Jamin Ketersediaan Pangannya Ya..

“Kalau dibandingkan 2019 memang jauh lebih besar tahun ini. Diharapkan, akhir tahun nanti serapan mencapai 97 persen atau Rp85,386 triliun rupiah,” ujarnya di Komisi V DPR, Senin (16/11).

Dalam paparannya, Basuki menjelaskan awalnya pagu anggaran Kementerian PUPR 2020 ditetapkan sebesar Rp120 triliun. Namun, karena pandemi covid-19 total anggaran mengalami penyesuaian dan refocusing sehingga jumlahnya terpangkas Rp44 triliun menjadi Rp75,643 triliun.

Dari anggaran tersebut Kementerian PUPR mendapatkan tambahan pinjaman dan hibah luar negeri sebesar Rp10,47 triliun dan penambahan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp1,73 triliun sehingga total anggaran menjadi Rp 87,83 triliun.

Basuki mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat realisasi anggaran. Salah satunya, dengan memastikan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan target dan memperhatikan batas waktu.

Baca Juga :   Yuk Terapkan Bahasa Arab Pada Anak Mulai Sekarang!

“Jadi kami menyisir satu persatu, mana proyek-proyek yang lambat dikurangi, dipindahkan pada proyek yang membutuhkan anggaran karena progres lebih cepat. Ini membutuhkan revisi-revisi DIPA yang lebih cepat” tuturnya.

Kemudian, memastikan penyelesaian kegiatan padat karya dan anggaran program penanggulangan covid-19 bisa berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Sumber : CNN Indonesia

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!