12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Menteri Luhut Sebut Bangga Berwisata Di Indonesia, ‘Penyempurnaan Program’ Ujar Sandiaga Uno

Realita Indonesia – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menanggapi program baru bertajuk “Bangga Berwisata di Indonesia” yang dicetuskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut Sandiaga, ini merupakan penyempurnaan dari program sebelumnya, yaitu “Bangga Buatan Indonesia”, untuk memasarkan produk lokal.

“Saya melihat bahwa bangga berwisata di Indonesia merupakan satu filosofi bahwa di tengah Covid-19 kita harus patuhi PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat),” tutur Sandiaga dalam keterangannya, Jumat, 8 Januari 2021.

Sandiaga berharap lini pariwisata dengan program tersebut dapat didorong menjadi sektor unggulan yang mampu menekan dampak pandemi selama pemulihan ekonomi berlangsung. Sandiaga pun mencontohkan destinasi Labuan Bajo yang cocok dengan program “Bangga Berwisata di Indonesia”.

Baca Juga :   14 Ribu Ayam Mati Terpanggang Gara-gara Kandang Perternakan Terbakar

Menurut dia, Labuan Bajo memiliki panorama yang lengkap baik dari sisi lanskap, bahari, maupun budaya. Bajo pun didorong menjadi lokasi wisata work from destination atau work castion. Work castion membuka kemungkinan pekerja untuk bekerja dari destinasi-destinasi wisata. Selain Bajo, destinasi yang potensial menjadi lokasi work castion adalah Sulawesi Utara dan Lombok.

Sandiaga mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan semua pihak, mulai pemerintah daerah, masyarakat, hingga pelaku usaha, untuk mempercepat pemulihan ekonomi di sektor pariwisata melalui perluasan penyaluran dana hibah. Pemerintah juga akan mempercepat realisasi stimulus.

“Bantuan hibah akan diperbanyak dan diperluas dan beberapa program-program stimulus akan kita dorong dengan tujuan utama menyelamatkan kehidupan 30 juta rakyat Indonesia yang sekarang terdampak Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Sandi.

Baca Juga :   Resmi Masuk Resesi, " Negara Lain Lebih Buruk " Ungkap Pihak Istana

Luhut sebelumnya mengatakan pemerintah terus berupaya melakukan terobosan untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Karenanya, kata dia, pemerintah mendorong program Bangga Berwisata di Indonesia.

“Kalau kita lihat permasalahan utama adalah turunnya angka perjalanan domestik dan berkurangnya nilai pengeluaran per perjalanan oleh wisatawan nusantara. Nah, tujuan kebijakannya adalah untuk membangun rasa bangga dan kepemilikan atas kegiatan berwisata di dalam negeri, sehingga mendorong masa tinggal yang lebih lama dan pengeluaran yang lebih tinggi,” ujar Luhut.

Dia mengimbuhkan, program ini bisa berjalan dengan baik apabila diikuti dengan pelaksanaan vaksin yang lancar.  Untuk itu, program pariwisata juga harus dipersiapkan.

“Perkiraan wisata domestik akan mengalami pemulihan 1-2 tahun lebih cepat dibandingkan wisata ke luar negeri. Wisata internasional akan pulih pada akhir 2022 atau awal 2023. Oleh karena itu, pembangunan pada 5 DPSP harus dipercepat sehingga ketika pariwisata kembali pulih, wisatawan sudah dapat menikmati destinasi yang berkualitas,” tutur Luhut.

Baca Juga :   Solo Jadi Kota Terpadat di Jawa Tengah Kalahkan Semarang

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!