12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Menkeu Sri Mulyani : ” Libur Panjang Hanya Menambah Kasus Covid-19″, Dan Ditambah Ekonomi Yang Belum Membaik

Realita Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan libur panjang di kala pandemi tidak menimbulkan perbaikan kepada indikator ekonomi, tapi malah menambah jumlah kasus Covid-19. Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah harus sangat berhati-hati melihat fenomena tersebut dan mengambil kebijakan lebih lanjut.

“Harus hati-hati melihatnya. Apakah dengan adanya libur panjang, masyarakat melakukan aktivitas, mobilitasnya tinggi namun tidak menimbulkan belanja dan menimbulkan tambahan kasus Covid,” ujar Sri Mulyani, di Jakarta, Senin, 23 November 2020.

Sri Mulyani menjelaskan, per kuartal IV-2020, jumlah hari kerja lebih sedikit dibandingkan periode sama tahun lalu. Pada Oktober tahun lalu misalnya, jumlah hari kerja mencapai 23 hari. Sedangkan di bulan yang sama tahun ini hanya ada 19 hari kerja karena adanya libur panjang.

Baca Juga :   Wah! Presiden Jokowi Resmikan Sekaligus 2 Bandara Di Tana Toraja

Meski begitu, libur panjang tak berarti konsumsi listrik di sektor bisnis dan manufaktur menurun. Di sisi lain, aktivitas ekonomi pada Oktober 2020 melemah kembali karena kasus Covid-19 kembali naik.

Oleh sebab itu, kata Sri Mulyani, pemerintah terus mengkaji seluruh aspek sebelum mengambil keputusan. “Membuat policy tidak cuma melihat pada satu sisi, harus melihat semua sisi, aspek kesehatan, ekonomi, kegiatan usaha dan lain.”

Sedangkan hari kerja pada November tahun ini sama dengan tahun 2019 mencapai 21 hari dan pada Desember 2020 jumlah hari kerjanya mencapai 16 hari sedangkan tahun lalu mencapai 20 hari kerja.

Hal ini pula, kata Sri Mulyani, yang diwanti-wanti oleh Presiden Jokowi sebelumnya. “Apakah jumlah hari kerja, atau libur panjang ini dalam suasana Covid menimbulkan dampak yang justru unintended, yang tidak kita kehendaki, yakni jumlah kasus meningkat namun jumlah aktivitas ekonominya tidak terjadi kenaikan,” tuturnya.

Baca Juga :   Skenario Swab Test Bagi Guru Disiapkan Untuk Persiapan Sekolah Tatap Muka

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebelumnya mengatakan Presiden Jokowi meminta adanya pengurangan libur dan cuti bersama akhir tahun.

Muhadjir mengatakan Kepala Negara memerintahkan agar segera dilakukan rapat koordinasi dengan kementerian/lembaga untuk membahas libur dan cuti bersama akhir tahun serta pengganti libur cuti bersama Idul Fitri.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!