24 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Menkeu Harap Anak-Anak Tak agi Mampu Membeli, Cukai Rokok Naik Februari 2021

Realita Indonesia – Pemerintah resmi menaikkan cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok dengan rata-rata 12,5 persen. Tarif terbaru ini berlaku mulai Februari 2021.

Direktorat Jenderal Bea Cukai dan industri diberi waktu untuk melakukan persiapan. Mulai dari pencetakan cukai hingga penyesuaian tarif baru dalam dua bulan ke depan.

“Jajaran Bea Cukai akan membentuk satuan tugas untuk melayani terkait dengan penerbitan dan penetapan pita cukai dengan tarif baru ini,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati seperti dikutip, Jumat (11/12).

Menkeu menjelaskan, kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang saat ini masih dalam penyusunan dan akan segera dirilis.

“Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan memastikan bahwa proses transisi dari kebijakan CHT yang akan mulai berlaku 1 Februari 2021 akan berjalan tanpa hambatan,” kata dia.

Baca Juga :   Harga Minyak Jadi Kelabakan Karena Khawatir Jika Permintaan BBM Turun

Melalui kebijakan ini, harga rokok akan semakin mahal. Di mana affordability indeksnya naik dari 12,2 persen menjadi antara 13,7 persen hingga 14 persen. Dengan demikian, diharapkan prevalensi merokok pada anak-anak dan wanita hingga masyarakat umum bisa berkurang.

“Kenaikan cukai hasil tembakau ini akan sebabkan rokok menjadi lebih mahal, sehingga sehingga makin tidak dapat terbeli,” kata Menkeu Sri Mulyani.

Pemerintah mengumumkan kenaikan tarif cukai rokok sebesar 12,5 persen yang berlaku pada 2021. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, kenaikan berlaku pada sigaret putih mesin (SPM) dan sigaret kretek mesin (SKM).

“Sementara itu, untuk industri sigaret kretek tangan (SKT), tarif cukainya tidak berubah. Atau dalam hal ini tidak dinaikkan. Artinya kenaikannya 0 persen,” katanya.

Baca Juga :   П†‘ 7 Best Fertilizer For St. best mower for hills Augustine Lawn Large Nitrogen, Water Granular

Hal ini, mempertimbangkan bahwa industri SKT adalah yang memiliki tenaga kerja terbesar dibandingkan yang lainnya.

“Dengan komposisi tersebut, maka rata-rata kenaikan tarif cukai adalah sebesar 12,5 persen. Ini dihitung rata-rata tertimbang berdasarkan jumlah produksi dari masing-masing jenis dan golongan,” imbuhnya.

Adapun besaran harga jual eceran di pasaran adalah sesuai dengan kenaikan dari tarif masing-masing kelompok, sebagai berikut:

Sigaret Kretek Mesin (SKM)
– SKM 1 : Kenaikan Rp125/Batang atau 16,9 persen (Tarif Cukai 2021 Rp865/Batang)
– SKM IIA : Rp65/Batang atau 13,8 persen (Tarif Cukai 2021 Rp535/Batang)
– SKM IIIB : Rp70/Batang atau 15,4 persen (Tarif Cukai 2021 Rp525/Batang)

Sigaret Putih Mesin (SPM)
– SPM I : Rp145/Batang atau 18,4 persen (Tarif Cukai 2021 Rp935/Batang)
– SPM II A : Rp80/Batang atau 16,5 persen (Tarif Cukai 2021 Rp565/Batang)
– SPM IIIB : Rp470/Batang atau 18,1 persen (Tarif Cukai 2021 Rp555/Batang)

Baca Juga :   Alhambra dan Warisan Kejayaan Islam di Valencia

Sumber : Merdeka.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!