Menilik Sejarah Jembatan Cisokan Dalam Tiga Masa, Tiga Kali Dibangun, Tiga Kali Berubah Dan Tiga Kali Berpindah

realitaindonesia.com – Setidaknya, jembatan Cisokan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pernah tiga kali dibangun dalam bentuk, lokasi dan masa yang berbeda.

Meskipun data persis kapan pembangunannya dimulai sulit diperoleh, Pikiran Rakyat melakukan penelusuran melalui jepretan foto, sketsa tempo dulu.

Bece, 61 tahun, warga Kampung Bedengsari, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur memiliki rumah sederhana tepat di sisi Jembatan Cisokan lama. Ia cukup tahu sejarah jembatan tua yang membentang di Sungai Cisokan tersebut.

“Ini jembatan kedua,” ucapnya di tempat kediamannya, Minggu, 13 Juni 2021. Jika jembatan tua tersebut merupakan titian kedua, lalu di mana jembatan paling awal? Bece menyebutkan lokasi jembatan pertama berada di bagian hilir sungai itu.

Keberadaan jembatan kedua dan pertama Cisokan bisa ditelusuri dari arsip foto dan lukisan lawas. Fotografer Woodbury & Page umpamanya, sempat menyambangi dan memotret Jembatan Cisomang pada sekira 1?880.

Baca Juga :   Ada Usulan Baru Dari Mas Nadiem Buat Pak Jokowi, Katanya 'Kalo Gelar Ratas Jam 2 Siang Aja Pak'

Dalam jepretan duo fotografer penjelajah asal Inggris bernama Walter Bentley Woodbury dan James Page tersebut, Jembatan Cisomang disangga kerangka kayu dan memiliki atap yang ditutupi dedaunan.

Karakteristik pada lokasi jembatan yang diapit tebing-tebing miring menunjukkan foto tersebut merupakan jembatan kedua.

Yang menarik, Woodbury & Page juga memotret jembatan rel kereta api yang berada agak ke hulu dari titian kedua Cisokan di tahun yang sama. Foto itu memperlihatkan jembatan kereta jalur Bandung-Cianjur telah ada sejak 1880.

Kelak, jembatan kereta tersebut berdampingan dengan jembatan baru atau ketiga Cisokan yang menjadi akses perlintasan kendaraan hingga saat ini. Keterangan warga menyatakan, jembatan ketiga atau yang paling baru itu mulai dibangun pada 1969 dan beroperasi pada 1973.

Baca Juga :   Kemarin Bertemu Dengan Menlu AS Mike Pompeo, Jokowi Ingin Kerja Sama Pertahanan Dan Ekonomi Meningkat

Hal menarik lain dari kehadiran Woodbury & Page adalah saat fotografer tersebut memotret Pos Cisokan di jalur De Grote Postweg atau Jalan Raya Pos pada 1880.

Foto itu menggambarkan bentuk Pos Cisokan yang berupa gapura luas yang berdiri di tengah jalan dengan pemandangan kereta kuda dan orang-orang yang berkerumun di sana.

Kehadiran pos-pos di De Grote Postweg merupakan kelaziman sebagai lokasi peristirahatan para pelintas. Charles Walter Kinloch, pelancong asal Inggris pernah menuliskan keberadaan pos-pos itu dalam bukunya Rambles In Java: Pengembaraan Di Tanah Jawa. “Di tiap pos, sebuah tempat terbuka dengan beranda-beranda di tiap sisinya, dibangun di seberang jalan. Di bawah pondok ini, pekerjaan mengganti kuda-kuda dilakukan,” tulis Charles dalam buku menceritakan perjalanannya dari Bogor menuju Bandung pada 1852.

Letak Pos Cisokan sudah tak tak diketahui. Hanya terdapat Kampung bernama Pasanggrahan di Desa/Kecamatan Ciranjang yang berada tak jauh dari jembatan. Mengingat Pasanggrahan atau Pesanggrahan berarti tempat peristirahat, barangkali di lokasi itu Pos Cisokan berada sebagai tempat istirahat para pelancong yang melintas De Grote Postweg.

Baca Juga :   Musim Pancaroba dan Ancaman Penyakit

Bagaimana dengan jembatan pertama Cisokan? Sebuah lukisan karya seniman AAJ Payen bertarikh 1823 menggambarkan kondisi jembatan gantung yang terbuat dari bambu. Karyanya yang bisa dilihat di situs collectie.weredcultren.nl tersebut bertajuk Een hangbrug over de rivier Cisokan atau jembatan gantung di atas Sungai Cisokan.

Lukisan Payen klop ? dengan keterangan Bece tentang kondisi jembatan awal Cisokan yang dulunya masih berupa titian bambu sederhana di hilir sungai tersebut. Keterangan lukisan juga memastikan titian awal Cisokan telah ada pada 1823.

***

Artikel ini telah tayang di :
https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-012114140/melacak-sejarah-jembatan-cisokan-cianjur-dari-arsip-foto-dan-lukisan-lawas

Bagikan :

Next Post

Gawat, Pemerintah Nyatakan Indonesia Dekati Puncak Pandemi Covid-19

Jum Jun 25 , 2021
realitaindonesia.com – Lonjakan kasus Covid-19 semakin mengkhawatirkan, penyebaran virus tidak hanya dipicu kegiatan usai libur lebaran, namun munculnya mutasi varian virus corona delta diklaim lebih menular. Saat ini, pemerintah kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro, yang berlaku sampai 5 Juli 2021 mendatang. Beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia […]

Breaking News

error: Content is protected !!