24 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Mengelola Keuangan Negara Mirip Seperti Iuran Kas di Kelas, Ujar Sri Mulyani.

Realita Indonesia – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali melakukan kegiatan Kemenkeu Belajar ke-5. Berbeda dari sebelumnya, kegiatan mengajar ini dilakukan secara virtual dan diikuti oleh lebih dari 1.250 relawan dan 84 sekolah di seluruh Indonesia.

Dalam acara ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bercerita mengenai pengelolaan keuangan negara. Dia mengibaratkan mengelola keuangan negara sama halnya seperti mengelola uang iuran kas di kelas. Sebab, uang yang dikumpulkan tersebut sama-sama akan difungsikan untuk keperluan bersama.

“Namanya uang mungkin sama. Uang di rumah, uang saku kalian atau uang di sekolah kalian di kelas. Sebagai bendahara kelas juga memiliki apa mengumpulkan iuran dari teman-teman dan kemudian kita jadikan sebagai suatu uang bersama,” kata dia dalam Kemenkeu Mengajar 5, secara virtual di Jakarta, Senin (31/11).

Baca Juga :   Pihak BPOM Mengingatkan Bahwa Vaksin Sinovac Belum Boleh Diberikan Kepada Masyarakat, Karena...

Hanya saja cara pengumpulannya berbeda. Sebab, uang negara dikumpulkan melalui pembayaran pajak dari para wajib pajak di Indonesia. Selain itu, uang negara juga bisa bersumber dari sisi bea masuk dan penerimaan cukai.

Dia menambahkan, uang negara juga bisa dihasilkan dari kekayaan alam Indonesia. Menurutnya Indonesia adalah negara yang kaya karena memiliki berbagai macam pertambangan. Mulai dari batubara, minyak, emas, hingga yang lainnya.

“Itu setiap kali dia tambang, dia memiliki kewajiban untuk membayar bagi hasil kepada pemerintah baik royalti maupun pajak. Uang inilah yang kemudian dikumpulkan menjadi pendapatan negara yang kemudian dipakai untuk mendanai seluruh kegiatan kita bernegara,” jelas dia.

Hasil dari pendapatan tersebut kemudian difungsikan untuk kegiatan belanja. Ada beberapa jenis belanja dilakukan pemerintah pusat. Mulai dari belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, dan belanja sosial.

Baca Juga :   Vaksin COVID-19 Novavax-Pfizer Diperkirakan Masuk RI Semester-2 2021 Kata Kemenkes

Dia mencontohkan, belanja pegawai sendiri digunakan untuk pembayaran gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), Polisi, TNI, serta guru-guru yang berada di sekolah negeri.

Kemudian belanja barang dapat berupa pembelian barang atau jasa. Misalnya untuk kebutuhan di lingkungan sekolah bisa berupa dalam bentuk buku dan alat-alat untuk kegiatan bereksperimen lainnya.

Selanjutnya untuk belanja modal ini menjadi yang paling familiar. Karena ini menyangkut dengan pembiayaan infrastruktur seperti jalan tol, internet dan lain-lain.

“Kalau kalian melihat ada jalan tol antar kota kalau kalian melihat kenapa ada satelit? kenapa kita bisa koneksinya dengan kota-kota yang lain atau pulau-pulau yang lain karena adanya internet itu karena ada satelit-satelit yang dibayar pakai uang negara,” kata dia.

Baca Juga :   WHO Prediksi Virus Corona Masih Menyebar, Karena Akan Menjelang Musim Dingin

“Jadi belanja negara itu kalau dihitung banyak ada yang sifatnya adalah untuk kegiatan sehari-hari ada yang sifatnya adalah untuk membangun,” tutup Sri Mulyani.

Sumber : Merdekacom

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!