15 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Mata Uang Garuda Tergencet Hubungan Paman Sam Dan Tirai Bambu

Realita Indonesia – Posisi mata uang garuda di hadapan dolar Paman Sam hari ini diramal bakal tertekan. Memang, pada penutupan perdagangan kemarin (7/9/2020), rupiah tampil berotot dengan ditutup menguat 4 poin atau 0,03% pada level Rp 14.746 per dolar. Jadi penguatan kemarin sepertinya tak akan berlanjut pada perdaganga hari ini (8/9/2020).

Rupiah hari ini akan mendapatkan tekanan dari sentimen negatif yang datang dari faktor eksternal. Salah Satunya, tekanan dari indikasi data tenaga kerja Amerika Serikat (AS).

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, sentimen negatif itu dipicu oleh kekhawatiran terhadap memanasnya hubungan AS dan Tiongkok terkait rencana Pemerintah AS yang akan memblokir perdagangan dengan perusahaan semikonduktor terbesar Tiongkok.

Baca Juga :   Lihat Antusias Warga Yang Tinggi, KRL Solo-Yogyakarta Tambah Jadwal Perjalanan

“Pagi ini terlihat dolar masih menguat terhadap nilai tukar sejumlah mata uang regional,” kata Ariston di Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Menurutnya, pemulihan ekonomi AS juga membantu penguatan dolar terhadap rupiah. Data-data indeks aktivitas manufaktur dan tenaga kerja AS yang dirilis lebih bagus dari proyeksi pekan lalu.

“Rupiah berpotensi tertekan hari ini di kisaran 14.650-14.850,” jelasnya.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!