Masyarakat Cenderung Tahan Buat Belanja, Jadi Percuma Kasih BLT

Realita Indonesia – Pengamat ekonomi Nailul Huda mengingatkan, sejatinya program bantuan dari pemerintah seperti BLT hanya bisa efektif apabila masalah pandemi selesai. Jika belum selesai seberapa besarnya bantuan akan percuma. Masyarakat akan cenderung menahan diri untuk belanja, sehingga permintaan akan melemah. Ujungnya roda perekonomian nasional tidak jalan.

“Dengan kondisi penanganan covid seperti saat ini, saya ragu apakah BLT akan efektif walaupun diperpanjang hingga akhir tahun depan sekalipun. Kecuali pemerintah benar-benar melakukan tugasnya dalam penanganan masalah kesehatan khususnya pandemi,” ujar Nailul di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Pemerintah baru saja memastikan akan melanjutkan kembali beberapa program Pemulihan ekonomi Nasional (PEN) di tahun 2021 mendatang. Salah satu program yang diteruskan di tahun depan adalah subsidi gaji atau bantuan langsung tunai (BLT) karyawan swasta.

Baca Juga :   Belum Dinilai Masuk Gelombang 2, Tentang Virus Corona Di Indonesia

Sementara itu Chief Economist TanamDuit Ferry Latuhihin lebih optimistis, pemulihan ekonomi Indonesia bisa membentuk pola V-Shaped atau lebih tajam. Meskipun sepanjang bulan Juli dan Agustus lalu tingkat permintaan melemah, namun ini disebabkan dana pemulihan ekonomi yang belum terdistribusi dengan baik.

“Saya rasa bulan ini pencairannya akan lancar dan V-shaped bisa terjadi. Saya berbeda dengan yang meramalkan pola pemulihan U-shaped,” ujar Ferry.

Dampaknya, tidak ada lagi alasan pasar untuk berinvestasi di USD sebagai safe haven. “Jadi USD bisa tergelincir. Saya sendiri lebih pilih pegang saham IDX30 untuk jangka waktu minimal 6 bulan ke depan. Lebih panjang tentu lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga :   Buat Kamu Yang Belum Tahu, Ini Nih Perbedaan Antara PPKM Dan PSBB
Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!