Maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air masih menunggu arahan terkait izin terbang Boeing 737 Max.

Realita Indonesia – Kamis, 19/11/2020 12:53 WIB Maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan dan Boeing terkait izin terbang Boeing 737 Max. Maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan dan Boeing terkait izin terbang Boeing 737 Max. Ilustrasi.

Maskapai penerbangan di Indonesia masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kepastian izin terbang pesawat Boeing 737 Max. Sebelumnya, pesawat pabrikan Amerika Serikat itu selama dua tahun terakhir tidak diperbolehkan mengudara usai terjadinya rentetan kecelakaan saat pengoperasian.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Lion Mentari Airlines (Lion Group) kompak ingin menunggu dulu kepastian izin terbang Boeing 737 Max meski Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) baru saja mengeluarkan lagi izin terbang bagi pesawat tersebut.

Baca Juga :   Terkait Kegiatan Habib Rizieq Di Puncak, Bareskrim Periksa Ridwan Kamil Pada Hari Jum,at

“Kita tunggu perkembangannya ya,” ucap Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

Lebih lanjut, Irfan bilang kebijakan tunggu ini dilakukan karena belum ada komunikasi dari Kementerian Perhubungan selaku regulator di dalam negeri terkait hal ini. Begitu juga dengan pabrikan Boeing.

“Belum ada komunikasi,” imbuhnya.

Senada, keputusan ini juga diungkapkan oleh Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro. Maka dari itu, 10 pesawat Boeing 737 Max yang dimiliki Lion belum akan langsung dioperasikan kembali.

“Mengenai hal tersebut, kami sebagai operator atau pengguna pesawat, masih menunggu keputusan dari pabrikan pesawat dan regulator,” kata Danang.

Sementara redaksi telah menghubungi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto terkait kebijakan dari pemerintah atas keluarnya izin terbang Boeing 737 Max. Namun, belum ada respons dari yang bersangkutan.

Baca Juga :   Menkes Sebut Kita Takkan Jadi Superman Setelah Divaksin, Masih Bisa Untuk Terpapar Covid-19

setelah 20 bulan ditahan. Pesawat tersebut sempat dilarang terbang karena rentetan kecelakaan penerbangan saat pesawat digunakan.

Pesawat Boeing kecelakaan saat penerbangan di Indonesia dan Ethiopia dengan jumlah korban tewas mencapai 346 orang. Pesawat kembali diizinkan terbang setelah memperbaiki fitur keselamatan yang menyebabkan kecelakaan. Atas larangan izin terbang ini, Boeing tercatat merugi US$20 miliar.

Sumber : CNN Indonesia

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :

Next Post

Garuda Indonesia akan merombak direksi dalam RUPSLB Jumat (20/11).

Kam Nov 19 , 2020
Realita Indonesia – Kamis, 19/11/2020 12:49 WIB Garuda Indonesia akan kembali melakukan perombakan jajaran direksi pada RUPSLB yang digelar Jumat (20/11) besok. Garuda Indonesia akan merombak direksi dalam RUPSLB Jumat (20/11). Ilustrasi. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana kembali merombak jajaran direksinya Jumat (20/11) besok. Perombakan akan dilakukan melalui Rapat […]

Breaking News

error: Content is protected !!