27 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Masih Bisa Dilihat Namun Data Tak Valid, Red Notice Djoko Tjandra Sudah Terhapus.

Realita Indonesia – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan mantan sekretaris NCB Interpol Brigjen Slamet Nugroho Wibowo dalam sidang perkara penghapusan red notice atas nama Djoko Soegiarto Tjandra. Ia menjadi saksi atas terdakwa Djoko Tjandra di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis (3/12).

Dalam persidangan, Nugroho mengatakan, seluruh data atas nama Djoko Tjandra masih bisa terlihat meski red notice sudah terhapus sejak 2014 yang lalu.

Hal ini ia jawab ketika ditanya oleh salah satu pengacara Djoko Tjandra, Waldus Situmorang terkait apakah jika red notice sudah terhapus, status tersebut masih ada di Lyon, Perancis atau tidak.

“Masih bisa dilihat, istilahnya downgreat. Tapi tidak lagi menunjukkan data-data valid. Nomor paspor sudah mati, data-data perlintasan sudah tidak ada. Maka tidak mungkin orang itu akan melintas dengan paspor yang sudah mati,” kata Nugroho.

Baca Juga :   Indonesia Butuh Cadangan Energi Hingga 1 Juta Barel, Ungkap Menteri ESDM

“Yang saya maksud, ini kan 2019 lagi heboh. Pemahaman saya itu seolah-olah masih hidup, padahal 2014 sudah mati?” tanya Waldus.

“Masih bisa dilihat,” jawab Nugroho.

Ia pun menjelaskan, meski masih bisa terlihat di dalam database tersebut. Namun, red notice tersebut sudah tidak bisa lagi digunakan.

“Masih bisa dilihat didata basenya, tapi sudah tidak ada lagi nama beliau (Djoko Tjandra)?” tanya kembali Waldus.

“Iya betul. Masih bisa dilihat, bisa ada data kelihatan. Tapi tidak bisa dipakai lagi, karena negara-negara lain tentunya tidak akan mempertanyakan. Setiap 5 tahun mesti diupdate,” jawab Nugroho kembali.

Sumber : Liputan6

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!