14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Manfaat, Dosis, Tanda Kekurangan, Vitamin C Untuk Anak

Realita Indonesia – Vitamin C adalah salah satu zat gizi penting untuk kesehatan dan menunjang tumbuh kembang anak. Di masa tumbuh kembangnya, anak memerlukan asupan vitamin C karena tubuhnya tidak bisa memproduksi zat gizi tersebut secara mandiri. Untuk itu, orangtua perlu memastikan gizi buah hatinya terpenuhi, termasuk vitamin C.

 Manfaat vitamin c Melansir Cleveland Clinic, vitamin C adalah antioksidan penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Antioksidan membantu meningkatkan sistem daya tahan tubuh sekaligus mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas. Selain menunjang sistem imun, manfaat vitamin C yang tak kalah penting di antaranya:

Membantu memelihara seluruh jaringan tubuh Neurotransmiter atau pemberi sinyal pada sistem saraf

Mendukung metabolisme dengan memecah lemak untuk dijadikan enegi

Baca Juga :   Haris Azhar: Pemerintah Panik, Teror Kelompok Kritis

Menjaga tulang dan gigi agar tetap sehat Dengan segudang manfaat vitamin C untuk tubuh, pastikan kebutuhan vitamin C terpenuhi.

Dosis atau kebutuhan vitamin C setiap orang berbeda-beda, tergantung usia dan kondisi kesehatan masing-masing. Dilansir dari Baby Centre, kebutuhan vitamin C anak untuk usia 1-3 tahun yakni 15 miligram per hari.

Sedangkan anak usia 4-8 tahun dosis vitamin C yang disarankan sebanyak 25 miligram per hari. Kendati penting bagi tubuh, konsumsi vitamin C tak boleh berlebihan. Melansir Medical News Today, terlalu banyak asupan vitamin C dapat menyebabkan diare, mual, kembung, dan sakit perut. Baca juga: Vitamin C Sebaiknya Diminum Kapan? Berikut batas aman konsumsi vitamin C untuk bayi dan anak-anak setiap hari:

Baca Juga :   Riza Patria : Bakal Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Anak usia 1-3 tahun : 400 miligram

Anak usia 4-8 tahun: 650 miligram

Anak usia 9-13 tahun: 1.200 miligram

Anak usia 14-18 tahun: 1.800 miligram

Sebagai catatan, rekomendasi dosis dan batas aman vitamin C untuk anak tersebut berlaku untuk anak dalam kondisi sehat.  Kekurangan vitamin C dapat mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang anak tidak optimal. Untuk mendiagnosis anak kekurangan vitamin C, dokter biasanya merekomendasikan tes darah. Tanda anak kekurangan vitamin C yang kerap muncul adalah penyakit kudis.

Beberapa gejalanya antara lain muncul bintik cokelat kecil pada kulit, kulit kasar, gusi kerap berdarah, lemah, luka susah sembuh, dan nyeri tulang. Kekurangan vitamin C akut juga dapat menyebabkan gangguan saraf dan kejang. Pastikan kebutuhan vitamin C anak tercukupi.

Baca Juga :   Kaltim Siap Vaksinasi Covid-19 Untuk Para Lansia

Salah satu caranya dengan memberikan makanan kaya vitamin C seperti jeruk, kiwi, stroberi, brokoli, tomat, dan paprika. Penting bagi setiap anak diberi makanan dengan gizi lengkap dan seimbang agar nutrisinya terpenuhi. Para orangtua tak boleh sembarangan memberikan suplemen vitamin untuk anak-anak, termasuk vitamin C. Agar aman, pastikan untuk selalu berkonsultasi lebih dulu ke dokter.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : kompas.com

Bagikan :
error: Content is protected !!