17 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Mana Yang Terbaik Antara Diet Rendah Karbohidrat Dan Rendah Lemak, Yuk Cek!

Realita Indonesia – Saat Anda mencoba menurunkan berat badan, saran pertama yang akan Anda dapatkan adalah mengurangi asupan lemak dan karbohidrat. Baik karbohidrat dan lemak terkait dengan penambahan berat badan, tetapi juga merupakan bagian penting dari makanan yang dikonsumsi. Jadi, mengurangi semua itu tentu saja bukan pilihan yang baik.

Rendah karbohidrat dan rendah lemak adalah dua tren diet umum yang menjanjikan penurunan berat badan dengan cepat dan efektif. Tetapi dilema yang umum adalah mana yang lebih baik diantara dua pilihan diet tersebut?

Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan umum ini, baru-baru ini para peneliti melakukan penelitian. Seperti dilansir Times of India, berikut ulasannya.

Baca Juga :   Kasih Balasan kepada Negara Erdogan, Saatnya Indonesia Untuk Lakukan Itu!

Untuk mengetahui perbedaan dan efektivitas dari dua tren diet populer, rendah karbohidrat vs rendah lemak, para peneliti melacak sekitar 600 orang dewasa yang mengikuti diet rendah lemak atau rendah karbohidrat selama setahun. Mereka mencoba mengetahui faktor-faktor yang mungkin bertanggung jawab atas penurunan berat badan mereka. Tetapi mereka benar-benar terkejut mengetahui bahwa hampir tidak ada perbedaan di antara keduanya.

Kedua tren diet tersebut mendorong hasil penurunan berat badan yang serupa. Namun, mereka tidak dapat dengan jelas menunjukkan cara beberapa orang dapat menurunkan berat badan lebih banyak daripada yang lain, apapun tren diet yang mereka ikuti.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Stanford di California, penelitian melibatkan mereka yang berusia antara 18 dan 50 tahun. Di antaranya, 6 dari 10 relawan adalah wanita.

Baca Juga :   Tragedi Sriwijaya Air : Bagaimana Jaminan Keselamatan Penerbangan ke Depan? Apakah Aman??

Para partisipan hanya diminta untuk membatasi asupan lemak dan karbohidrat mereka dan menghindari penghitungan kalori. Tetapi, mereka tidak diperbolehkan memiliki makanan yang tidak sehat. Mereka didorong untuk makan rumahan, mengemil dengan hati-hati, dan menghindari makanan olahan.

Hasilnya, ditemukan bahwa eksperimen itu bermanfaat bagi sebagian orang, sementara bagi yang lain tidak begitu efektif. Beberapa orang kehilangan 25 kilogram, sementara yang lain bertambah 10 kilogram.

Para peneliti menyimpulkan bahwa penurunan berat badan tidak hanya bergantung pada jenis diet yang Anda ikuti, tetapi juga pada faktor lain seperti gen Anda.

Rata-rata, ditemukan bahwa kedua kelompok orang tersebut kehilangan sekitar 6 kilogram berat badan dalam setahun. Dari penelitian tersebut jelas bahwa diet rendah lemak dan rendah karbohidrat membantu Anda menurunkan berat badan dalam jumlah yang sama. Tidak peduli diet mana yang Anda ikuti, makanlah dengan sehat dan berolahraga.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!