13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Maksimal 100 Siswa Hanya 3 Jam, Simulasi Sekolah Dijateng

Realita Indonesia – Sebanyak tujuh sekolah menengah atas (SMA) dan kejuruan (SMK) di Jawa Tengah mulai melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka, Senin (7/9/2020). Uji coba dilakukan dengan membatasi jumlah jam belajar yang hanya tiga jam dan kuota siswa maksimal 100 orang, dari jumlah total murid.

Seperti yang terlihat di SMKN I Temanggung. Dari jumlah peserta didik yang mencapai 2.131 siswa, saat simulasi hanya 72 siswa (3 persen) yang belajar tatap muka. Sisanya, masih mengikuti pembelajaran daring (online) dari tempat masing-masing.

Kepala SMKN I Temanggung Tri Setya Budi mengatakan, simulasi dilakukan selama dua minggu ke depan. “Untuk peserta didik sementara ada 12 siswa kali enam rombel. Sisanya pembelajaran jarak jauh. Kali ini siswa yang mengikuti pelajaran banyak yang praktik. Untuk jam belajar, dimulai pukul 08.00-11.00,” sebut Tri.

Baca Juga :   Polri Di 'Sentil' Pak Fadli Zon, Karena Anies Baswedan Terancam UU Karantina

Ia menjelaskan, sebelum menyelenggarakan belajar tatap muka, manajemen sekolah telah melakukan pembenahan terhadap fasilitas sekolah. Di antaranya, memberi jarak duduk antar siswa, membuat jalur khusus, hingga pembentukan pos pantau. Selain itu, pada tahap simulasi, pihaknya meliburkan aktifitas kantin sekolah.

“Adanya pos pantau ini untuk memantau pergerakan siswa, agar tidak ada yang berkerumun. Adapula pewarnaan jalur khusus pejalan kaki, supaya siswa bisa menjaga jarak, dan mencegah berpapasan dengan yang lain. Selain itu, ada tempat cuci tangan dan hand sanitizer yang disediakan,” terangnya.

Hal serupa juga terpantau di SMAN I Parakan, Temanggung. Dari 921 murid, hanya sekitar 100 orang yang hadir pada simulasi pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :   Perihal Moge Yang Terobos Area Istana, Paspampres : Aturannya, Ditembak

Kepala SMAN I Parakan Ratna Herwanti mengatakan, pihaknya telah membuat satgas khusus yang menangani protokol kesehatan. Tugasnya, mengingatkan kepatuhan siswa terkait penerapan masker, jaga jarak dan cuci tangan.

Siswa SMAN I Parakan Lydia Amanda (17) mengaku senang bisa kembali bersekolah, setelah tujuh bulan belajar daring. Murid kelas XII IPS II itu menyebut, sempat kikuk saat pertama kali masuk sekolah dengan penerapan protokol kesehatan.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Sindonews.com

Bagikan :
error: Content is protected !!