26 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Luhut Minta Bio Farma Genjot Produksi, Untuk Tekan Impor Alat Test PCR

Realita Indonesia –  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar perusahaan farmasi BUMN, PT Bio Farma memperbanyak produksi alat test polymerase chain reaction (PCR) untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan virus corona di dalam negeri. Upaya tersebut tidak lain untuk mengurangi impor alat test PCR dari luar negeri.

“Sekarang kita lihat BPPT dan Bio Farma untuk menyusun list apa saja yang dibutuhkan dan impor produk apa saja yang kita batasi,” ujar Luhut di Jakarta, Sabtu (3/10/2020).

Menurut dia saat ini alat test PCR sudah bisa diproduksi Bio Farma sebanyak 1,5 juta per bulan dan perlu ditingkatkan lagi menjadi 3,5 juta per bulan. Adapun dengan memperbanyak produksi alat test PCR tersebut maka kapasitas produksi domestik dapat terserap terlebih dahulu dan baru melakukan pengadaan impor bila produksi dalam negeri tidak mencukupi.

Baca Juga :   Kemendagri telah menerbitkan Surat Edaran entang Pelaksanaan Pendidikan Literasi Sekolah.

“Tapi yang betul-betul mesti diperhatikan adalah stok reagennya. Reagen ini saya minta Pak Honesti (Dirut Bio Farma) untuk juga produksi dalam negeri. Produksi dalam negeri masih terbatas, sekarang bagaimana kita tingkatkan kapasitas itu,” tandas Luhut.

Ia pun mendorong agar kolaborasi antara Bio Farma denganBadan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus ditingkatkan untuk meningkatkan produksi alat test PCR. Di samping itu, pihaknya juga mendorong Menperin Agus Gumiwang agar lebih banyak lagi sektor swasta bisa masuk di sektor farmasi.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!