27 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Longsor di Kota Palopo, Sebabkan Rumah Rusak Berat

Ilustrasi tanah longsor. (Dok. Merdeka.com)

Realita Indonesia – Bencana longsor menimpa Desa Battangbarat, Kecamatan Warabarat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Jumat (26/6), pukul 16.00 waktu setempat. Sembilan rumah warga rusak berat akibat kejadian tersebut.

BPBD Kota Palopo melaporkan, longsor dipicu oleh hujan intensitas tinggi dan struktur tanah labil. Selain merusak rumah warga, longsor juga mengakibatkan akses Jalan Palopo dan Tanah Toraja terputus.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, BPBD setempat melaporkan longsor tidak mengakibatkan korban jiwa. Insiden longsor serupa terjadi di wilayah yang sama seminggu yang lalu.

“Pascainsiden tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kota Palopo melakukan kaji cepat di lapangan. Tim juga melakukan evakuasi warga terdampak,” katanya melalui siaran pers, Sabtu (27/6).

Baca Juga :   Bank Syariah Indonesia Menekan Promo Kredit Mobil Baru Dalam Program PPnBM Nol Persen

Tim yang berada di lapangan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat di wilayah itu. Raditya menerangkan, Kota Palopo merupakan wilayah dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi untuk bahaya tanah longsor.

Luas wilayah dengan tingkat kerentanan sedang seluas 5.272 hektar, sedangkan tinggi mencapai 11.994 hektar. Jumlah potensi populasi terpapar akibat bahaya tanah longsor mencapai 5.243 jiwa.

Raditya berharap, masyarakat setempat mampu mengidentifikasi potensi ancaman bahaya di sekitar. Pada kondisi hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama dapat memicu terjadinya longsor tersebut.

“Ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan berbasis komunitas menghadapi bahaya longsor atau gerakan tanah,” ucapnya.

Di samping itu, kemampuan untuk menganalisis intensitas dan durasi hujan dapat menjadi peringatan dini masyarakat. Indonesia sendiri telah memiliki landslide early warning system (LEWS) namun belum semua wilayah terpasang sistem ini.

Baca Juga :   UU Cipta Kerja Diteken Jokowi, Tapi Nilai Kualitas Investasi Ekonomi Indef Justru Mundur Kenapa Ya?

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) mengeluarkan peta zona kerentanan gerakan tanah Juni 2020 yang menunjukkan bahwa wilayah Kota Palopo termasuk berpotensi menengah hingga tinggi.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : merdeka.com

Bagikan :
error: Content is protected !!