Lirik E-Commerce Hingga Keuangan, AirAsia Ekspansi Ke Bisnis Digital

Realita Indonesia  –  AirAsia Group menjajal segmen baru di luar bisnis penerbangan, yakni ke ranah teknologi digital di bawah bendera AirAsia Digital.

CEO AirAsia Tony Fernandes memerinci melalui merek ini, AirAsia membangun tiga pilar bisnis utamanya yakni Venture Builder, RedBeat Academy dan Pusat Data atau Data Center.

“Venture Builder menjadi tempat AirAsia Digital mengerami dan menumbuhkan bisnis strategis, beberapa di antaranya merupakan pemisahan dari unit bisnisnya di Asia Tenggara. Tiga sektornya adalah aplikasi super, logistik dan e-commerce, hingga layanan keuangan,” kata Tony Fernandes, Kamis, 24 September 2020.

Sementara itu dua pilar bisnis lainnya yakni RedBeat Academy adalah pusat pelatihan yang dibentuk bekerja sama dengan Google, untuk melatih dan menghasilkan sekelompok insinyur perangkat lunak, ilmuwan data, dan pakar digital lainnya di Asean.

Dia menjelaskan portofolio bisnisnya mencakup lima perusahaan, yakni AirAsia.com, sebuah platform untuk produk perjalanan dan gaya hidup. Beberapa penawaran termasuk Penerbangan (AirAsia dan maskapai lain), Hotel, SNAP (Paket Penerbangan & Hotel), Aktivitas, Penawaran, Mobilitas, Travel E-Commerce, Makanan, Wisata Medis, Media (Konten, Iklan & WiFi) serta produk keuangan dari afiliasi (BigPay, BIG Loyalty & Insurance).

Baca Juga :   Sebelum Sekolah Tatap Muka Di Masa Pandemi Covid19, Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi.

Selanjutnya, Teleport, platform kargo dan logistik dari Grup AirAsia Berhad. Teleport menawarkan kargo, dengan total kapasitas kargo tahunan sebesar 1 miliar paket, pengirim layanan teleportasi, pengangkutan forwarder, agen kargo, platform e-commerce, dan klien bisnis ke seluruh Asia Tenggara.

“Kami juga memiliki BigPay, perusahaan fintech yang berfokus pada solusi pembayaran, pengiriman uang, pinjaman, yang juga segera menjadi pasar keuangan atau bank virtual,” ujarnya.

Ekosistem digital AirAsia lainnya adalah Biglife yakni program loyalitas di Asean dengan perjalanan komprehensif dan ekosistem gaya hidup.

Kemudian ada Santan yang pada mulanya sebagai layanan makanan dalam pesawat di penerbangan AirAsia. Santan memanfaatkan teknologi seperti kios pemesanan digital dan penawaran menu pintar. Pelanggan juga dapat memesan melalui situs web Santan, aplikasi seluler dan pengiriman mitra agar makanan mereka dikirim dengan nyaman.

Baca Juga :   KPK Panggil Dua Tersangka, Kasus Korupsi Di Bakamla.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!