14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Lima Ribu Orang Bisa Tak Terlayani, Satu Saja Dokter Meninggal karena COVID-19.

Realita Indonesia – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengkhawatirkan bahwa berkurangnya dokter atau tenaga kesehatan lain karena terinfeksi Virus Corona baru penyebab COVID-19, dapat mengganggu pelayanan kesehatan bagi banyak masyarakat.

Ketua Umum IDI, Daeng M. Faqih, mengatakan, untuk menghasilkan satu dokter dan tenaga kesehatan lainnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan biaya yang tidak murah.

“Untuk dokter spesialis bisa mencapai waktu 10 sampai 15 tahun,” kata Daeng dalam dialog virtual dari Graha BNPB pada Senin (30/11/2020).

“Dan, biayanya mahal sekali,” Daeng menambahkan.

Selain itu, lanjut Daeng, satu dokter di Indonesia bisa dibutuhkan oleh sekitar lima sampai seratus ribu orang.

“Jadi, kalau satu meninggal, itu berarti potensinya lima ribu sampai seratus ribu orang itu tidak terlayani oleh dokter. Itu sayang sekali kalau petugas kesehatan harus meninggal,” kata Daeng.

Baca Juga :   Sukses Berjualan Ikan Cupang, Hingga Mendapat Penghasilan 50 Juta Per Bulan

Daeng, menambahkan, dalam penanganan pandemi Virus Corona, apabila satu dokter atau tenaga kesehatan meninggal, orang yang melakukan pelayanan terhadap pasien COVID-19 juga akan berkurang.

Tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap di zona merah Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Senin (23/11/2020). Total kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia hari ini mencapai angka 502.110 usai penambahan harian sebanyak 4.442.

Di kesempatan tersebut, Daeng menegaskan bahwa perlindungan terhadap tenaga kesehatan di masa pandemi Corona adalah hal yang wajib dipenuhi.

Ia mengungkapkan sudah ada sekitar 180 dokter dan lebih dari 114 perawat yang meninggal karena COVID-19.

“Sehingga kalau ini perlindungan terhadap tenaga kesehatan tidak dijaga betul, saya khawatir ini semakin banyak yang terkena infeksi, banyak yang gugur,” kata Daeng.

Baca Juga :   Dalam Dua Hari Hotspot di Kalimantan Tengah Mencapai 94 Titik

Bagi masyarakat, Daeng mengatakan bahwa seseorang bisa ikut melindungi tenaga kesehatan dengan menjaga dirinya dari penularan COVID-19.

“Biang kerok dari banyaknya pasien di rumah sakit, yang menyebabkan beban pelayanan tinggi, menyebabkan petugas kesehatan banyak tertular dan gugur, itu karena penularan di masyarakat terjadi terus menerus,” kata Daeng.

“Barangkali komitmen kita, disiplin kita, menerapkan protokol kesehatan kurang baik,” Daeng menekankan.

Sumber : Liputan6

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!