15 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Lawan Banjir di JL RE Martadinata Ancol Dengan Karung Pasir

Realita Indonesia – Air emoh beranjak dari kawasan Jalan RE Martadinata, Ancol. Untuk melawan banjir tersebut, Ibu Kota memakai karung pasir sebagai senjata. Apakah banjir bisa dienyahkan?

Warga Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara, menyebut Jalan RE Martadinata hampir setiap hari tergenang. Ada warga bernama Sanuri yang bersaksi bahwa Jl RE Martadinata ini sudah sebulan terendam banjir akibat luapan Kali Ancol di pagi hari, dan surut saat sore. Warga meminta pemerintah segera mencari solusi.

Sanuri menyebut beberapa kali terjadi pengecoran dan peninggian pinggir kali. Namun kebijakan itu tidak mengubah keadaan.”Lagi-lagi cor, lagi-lagi cor, tetap saja namanya air makin tambah tahun makin tinggi gitu airnya,” ucapnya, Kamis (7/1).

Kemudian, warga Kebon Sayur, Apon Taspun (49), bercerita banjir bisa sampai ke permukiman. Sebenarnya banjir ini bukan hanya karena hujan, tapi juga karena air laut pasang. Maklum, lautan tak jauh dari sini.

Baca Juga :   Akurasi No Ponsel Diingatkan Mendikbud Untuk Penerima Bantuan Kuota

Wakil rakyat turut bersuara. Ada Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta, Syarif, yang meminta agar Dinas Sumber Daya Air (SDA) menyiagakan pompa di lokasi. Seharusnya, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyiagakan pompa di situ, supaya sewaktu-waktu air bisa disedot keluar dari area warga.

“Karena ini memasuki musim hujan, nanti tambah parah. Makanya pompa mobile harus turun ke sana,” ucap Syarif dari Partai Gerindra ini.

Menurut Syarif, untuk benar-benar menghilangkan banjir, perlu waktu yang tidak sebentar. Jakarta harus menunggu proyek tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) selesai.

“NCICD, itu belum selesai, kita baru dapat 11 atau 12 kilometer dari 35 kilometer,” ujarnya.

Baca Juga :   Kemenkes : Meminta Puskesmas Untuk Berikan Edukasi Kepada Masyarakat Perihal Pentingnya Vaksinasi Covid-19

“Tadi saya lihat ke lokasi. Mau kita turap batu kali tidak memungkinkan karena masih deras, dengan curah hujan yang masih berjalan,” kata Kepala Satuan Pelaksana SDA Kelurahan Pademangan, Jakarta Utara, Slamet Riyanto, saat dihubungi, Jumat (8/1).Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bergerak mengatasi banjir di sini. Pasukan biru, begitu julukan personel Dinas SDA, berjibaku dengan suasana di Jl RE Martadinata. Mereka melawan banjir dengan karung pasir.

Pemasangan karung pasir adalah pilihan paling masuk akal untuk saat ini agar Jl RE Martadinata ini tak terendam air. Soalnya, untuk saat ini, pemasangan turap yang lebih permanen tidak mungkin dilakukan. Air Kali Ancol lagi deras-derasnya. Bisa-bisa pemasangan turap malah gagal. Ya sudah, pakai karung pasir dulu saja sementara.

Baca Juga :   YLKI Menegur Pemerintah karena, Usai Maraknya Klaim Obat Covid-19

“Nggak mungkin dikerjakan pasang turap dengan batu kali. Tapi antisipasi sudah menaruh karung pasir (menutup) yang bocor ke jalan. Sudah tutup dengan karung pasir,” sambungnya.

Menurut Slamet, ketika air Kali Ancol sudah surut, tambal dengan karung pasir akan diganti dengan yang permanen, sehingga tambalan akan lebih kuat.

Pompa mobile tidak mungkin ditaruh di lokasi. Hal itu karena tidak ada ada tempat untuk pembuangan.

Penanganan Banjir di Jalan R.E Martadinata, di Ancol Jakarta UtaraPenanganan Banjir di Jalan RE Martadinata, Ancol, Jakarta Utara

“Untuk dipompa, karena pompa mobile kan harus ada kolam kolakan, penampungan. Ada penampungan air, baru pasang pompa mobile, kalau enggak ada tempat dalam yang air cukup, percuma pompa mobile,” katanya.

Sumber: detik.com

Editor: Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!