12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

KPU Kota Depok Menggelar Debat Kedua Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok.

Realita Indonesia – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menggelar debat kedua calon wali kota dan wakil wali kota Depok. Debat berlangsung di studio televisi swasta semalam. Tema debat yang diangkat adalah tentang Kesejahteraan, Kesehatan dan Kesenjangan di Era Kehidupan Baru.

Dalam paparannya, pasangan nomor urut 01, Pradi Supriatna-Afifah Alia menyoroti pembangunan Kota Depok yang dianggap berjalan lambat. Menurut Pradi, selama menjabat sebagai wakil wali kota, dia melihat pembangunan Depok bergerak lambat. Bahkan menurutnya, kebijakan yang diambil cenderung tidak tepat.

“Selama 4,5 tahun saya berada di dalam pemerintahan Kota Depok sebagai wakil wali kota kewenangan saya terbatas bahkan bisa dibilang dibatasi. Saya merasakan pembangunan bergerak sangat lambat banyak kebijakan dibuat ke arah yang tidak tepat dan ini tidak bisa dibiarkan dan diteruskan,” kata Pradi, Selasa (1/12).

Dia menuturkan, dalam membangun kota Depok diperlukan pemimpin yang berani melakukan terobosan dan membuat inovasi. Pemimpin yang menciptakan pembaruan dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Pradi dan Afifah berjanji jika terpilih nanti akan menawarkan perubahan dan berkomitmen untuk mengenai Depok selama lima tahun ke depan.

Baca Juga :   Pesawat CN-235 Karya Indonesia Lagi Banyak Peminat, Kira-kira Berapa Sih Harganya??

“Mengatasi masalah kesehatan kami akan membenahi pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas dengan menyiapkan 3 unit ambulans setiap Kelurahan serta tugasnya di sebagai rumah sakit keliling untuk menjemput warga yang sakit,” kata dia.

Di bidang kesehatan, Pradi mengatakan akan membangun Puskesmas di setiap kelurahan dan satu unit Puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap di setiap Kecamatan serta berobat gratis di Puskesmas. Untuk berobat ke RSUD warga hanya cukup menunjukkan KTP Kota Depok.

“Memperbaiki posyandu dan posbindu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat dan menugaskan 1 dokter berkunjung sekali dalam sebulan. Berkenaan dengan masalah ekonomi kami melakukan pelatihan entrepreneur baru UMKM, kemudahan izin dan pendampingan serta permodalan untuk warga Depok yang ingin memulai usaha setelah mengikuti pelatihan dengan minimal Rp 5.000.000,” tambahnya.

Baca Juga :   UU Cipta Kerja : Pengusaha Wajib Beri Kompensasi PKWT

Pradi juga berjanji membantu pemasaran produk produk UMKM Kota Depok offline dan online memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan kepada warga Kota Depok khususnya kaum milenial agar siap bekerja. Kemudian memberikan kesempatan untuk menjadi mitra Pemerintah Kota Depok. Membenahi pasar-pasar tradisional agar menjadi modern bersih aman dan nyaman.

“Membangun sarana prasarana olahraga pusat seni dan budaya sebagai tempat berkreasi warga. bekerja sama dengan BNN untuk mengatasi penyebaran narkotika. kami akan memfasilitasi warga untuk bercocok tanam di lahan terlantar yang ada di kota Depok,” ujar dia.

Sementara itu, Afifah menambahkan dia dan Pradi akan fokus pada pertumbuhan ekonomi modern dan pasar tradisional. Jika terpilih, maka pemberian izin pasar modern akan dikaji.

“Karena pasar modern hanya boleh berada di jalan jalan utama di Kota Depok dan tidak boleh masuk ke perkampungan dan di kompleks-kompleks perumahan,” kata Afifah.

Baca Juga :   Madura United Akhirnya Berubah Sikap, Setelah Sempat Menolak Liga 1

Kandidat perempuan satu-satunya itu menuturkan, akan memfasilitasi warung-warung agar memiliki akses distributor pertama. Dengan demikian warung akan mendapatkan harga yang murah sehingga warung-warung di Kota Depok bisa bersaing dengan pasar modern.

“Kami akan merevitalisasi pasar pasar tradisional agar memiliki fasilitas modern sehingga bersih nyaman aman serta harga sewa terjangkau murah untuk semua pelaku usaha dengan mendirikan BUMD pasar sehingga pengelolaannya lebih profesional,” paparnya.

Keberadaan pasar tradisional pun akan diperbaiki dengan cara revitalisasi agar memiliki fasilitas modern. Dengan demikian pasar akan menjadi bersih nyaman aman serta harga sewa terjangkau murah untuk semua pelaku usaha dengan mendirikan BUMD pasar sehingga pengelolaannya lebih professional.

“Kami akan membuka akses jalan penghubung ke pasar-pasar tradisional sehingga mudah diakses oleh warga maupun penjual. Kami akan tetap konsisten menerapkan protokol Covid-19 sehingga ke tempat-tempat publik bukan hanya di pasar,” pungkasnya.

Sumber : Merdeka.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!