Kok Bisa, Stres Sebabkan Disfungsi Ereksi

Realita Indonesia – Stres merupakan reaksi tubuh terhadap setiap perubahan hidup yang memerlukan penyesuaian. Respon ini bisa berupa fisik dan mental. Stres biasanya hanya berlangsung sementara dan bisa pergi dengan sendirinya ketika seseorang mampu menangani pemicunya.

Akan tetapi, stres juga bisa berlangsung dalam jangka panjang hingga memengaruhi kemampuan seksual, khususnya di kalangan pria.

Pengaruh stres pada fungsi seksual pria Umumnya, pria akan mengalami tiga jenis ereksi, yakni ereksi refleksif karena rangsangan fisik, psikogenik karena rangsangan visual atau mental, dan nokturnal atau ereksi normal yang terjadi saat tidur.

Semua jenis ereksi tersebut melibatkan sistem dan proses penting dalam tubuh. Ada banyak hal yang bisa memicu terjadinya disfungsi ereksi pada pria, salah satunya stres. Pasalnya, stres juga turut memengaruhi cara otak memberi sinyal respon ke penis untuk memugkinkan terjadinya aliran darah ekstra.

Baca Juga :   Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria positif Covid-19

Stres tinggi juga bisa memicu berbagai gangguan kesehatan yang turut meningkatkan risiko disfungsi ereksi seperti berikut: penyakit jantung tekanan darah tinggi kadar kolesterol tinggi kegemukan konsumsi alkohol yang berlebihan.

Selain itu, stres juga bisa meningkatkan kadar hormon kortisol dan adrenalin yang bisa memicu disfungsi ereksi. Di sisi lain, mengalami disfungsi ereksi juga bisa memperparah stres yang dirasakan. Tentunya, kondisi ini bisa menjadi lingkarang setan yang berpengaruh buruk pada setiap aspek kehidupan pria.

Bagaimana cara mengatasinya? Cara terbaik untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan menghilangkan pemicu stres. Menghimpun data Healthline, cara ini bisa kita lakukan dengan melakukan konseling ke psikolog atau ahlijiwa untuk mengidentifikasi pemicu dan melakukan manajemen stres. Selain itu, stres juga bisa dipicu oleh gaya hidup yang buruk seperti merokok, gaya hidup pasif, dan konsumsi alkohol berlebihan.

Baca Juga :   Warga Cianjur Dibuat Heran Karena Dikasih Ayam Hidup Saat Cairkan Bansos Pangan Kemensos

 Untuk mengatasinya, kita tentu harus mengubah gaya hidup tersebut dengan rutin berolahraga, mengurangi konsumsi alkohol dan menfhindari merokok. Para pria juga bisa melakukan relaksasi melalui yoga, akupuntur, atau meditasi. Cara tersebut telah teruji dapat membantu menyeimbangkan kadar kimia di otak yang memicu penurunan tingkat stres.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : kompas.com

Bagikan :

Next Post

Manfaat, Dosis, Tanda Kekurangan, Vitamin C Untuk Anak

Sen Sep 21 , 2020
Realita Indonesia – Vitamin C adalah salah satu zat gizi penting untuk kesehatan dan menunjang tumbuh kembang anak. Di masa tumbuh kembangnya, anak memerlukan asupan vitamin C karena tubuhnya tidak bisa memproduksi zat gizi tersebut secara mandiri. Untuk itu, orangtua perlu memastikan gizi buah hatinya terpenuhi, termasuk vitamin C. ¬†Manfaat […]

Breaking News

error: Content is protected !!