Koarmada I Mengerahkan 9 Kapal Perang dan 1 Pesawat Udara ke Kawasan Natuna Selatan.

Realita Indonesia – Komando Armada I (Koarmada I) mengerahkan sembilan kapal perang dan satu pesawat udara ke kawasan Natuna Selatan. Pengerahan armada ini dilakukan untuk mendukung TNI AL sekaligus menggelar Latihan Operasi Dukungan Tembakan TA 2020 di Perairan Natuna Selatan dan sekitarnya.

Kapal-kapal yang dikerahkan itu yakni, KRI Bung Tomo -357, KRI John Lie-358, KRI Sutedi Senoputra-378, KRI Tjiptadi-381, KRI Barakauda-633, KRI Kujang-642, KRI Surik-645, KRI Parang-647, KRI Bubara-868, serta 1 pesawat udara patroli maritim CN-235 P-8303.

Pesawat itu melakukan kegiatan manuver lapangan dengan materi latihan Communication, Leaving harbour, Mine Field Transit, ADEX, Photex, Screnex, DCEX, AAROFEX, Flashex, OOWEX, NSIC, Prep Gunex, Gunex 1, Gunex 2, Tacman, Asuwex, Aswex, dan Pubex.

Baca Juga :   Ini cerita pilot Citilink menghadapi badai pasir dan hujan badai.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid mengatakan pengerahan kapal-kapal perang itu dilakukan untuk mengukur tingkat kemampuan personel dan semua unsur dari KRI Koarmada 1.

Tak hanya itu, Rasyid menyebut kegiatan ini juga dilakukan untuk melihat gambaran umum dalam setiap operasi yang kelak akan dilakukan di wilayah Natuna ini.

“Sehingga dapat diperoleh gambaran kemampuan operasional Koarmada I mulai dari tingkat perorangan maupun satuan dalam melaksanakan dan mendukung tugas-tugas TNI dan TNI Angkatan Laut,” kata Rasyid.

Koarmada I sendiri, kata Rasyid, memang bertugas menjaga pertahanan laut di bawah komando TNI AL. Koarmada memiliki kewajiban untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. Selain itu juga sebagai penangkal dan penindak setiap bentuk ancaman militer serta ancaman bersenjata.

Baca Juga :   Pemprov DKI Belum Putuskan Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka, Sejumlah Syarat Dan Indikator Harus Dipertimbangkan Dulu

“Gelar operasi militer perang (OMP) Koarmada sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan,” kata dia.

Dia juga menjelaskan, saat ini sesuai dengan arahan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, TNI Angkatan Laut harus menjadi kekuatan yang siap dioperasionalkan kapan pun.

“Maka sudah menjadi tugas dan tanggung jawab TNI AL untuk membuktikan kepada rakyat dan negara bahwa TNI AL selalu siap siaga dan dapat diandalkan setiap saat untuk mengawal kebijakan pemerintah dan membentengi kedaulatan negara” katanya.

Sumber : CNN Indonesia

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!