14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Klaim Drone Dari China Sudah Seminggu Diteliti, “Tidak Ada Ciri-cirinya” Ungkap TNI AL

Realita Indonesia – TNI Angkatan Laut mengaku tak mendapati identitas pemilik drone bawah laut temuan nelayan di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sekalipun wujudnya mirip unmanned underwater vehicle Sea Wing milik Cina. Lebih dari itu TNI memastikan benda yang disebutnya sebatas sea glider itu hanya untuk riset bawah laut, bukan untuk memata-matai wilayah Indonesia.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono memaparkan itu dalam jumpa pers di Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL di Jakarta Utara, Senin 4 Januari 2020. TNI AL disebutkannya telah melakukan penelitian atas benda berantena di bagian ekor tersebut selama seminggu ke belakang.

Menurut Yudo, tidak menemukan logo ataupun ciri-ciri perusahaan pembuat sea glider itu. Benda tersebut ikut ditunjukkan dalam jumpa pers tersebut dan Yudo tak menyinggung perihal Sea Wing asal Cina.

Baca Juga :   Rebutan Lahan Parkir yang Berujung Pembacokan di Samarinda

“Tidak ditemukan ciri-ciri perusahaan negara pembuat. Tidak ada tulisan apa pun di sini, dari awalnya demikian. Kami tidak merekayasa, masih persis seperti yang ditemukan nelayan,” katanya menegaskan.

Sea glider itu, kata dia, kondisinya masih sama seperti saat pertama kali ditemukan oleh para nelayan pada tanggal 26 Desember 2020. Sekitar enam hari kemudian penemuan dilaporkan ke kepolisian setempat sebelum diteruskan ke TNI.

Seperti yang sudah dicantumkan oleh akun @Jatosint di media sosial, benda mirip torpedo itu juga ditunjukkan berukuran panjang 2,25 meter. Dalam keterangannya, TNI AL menyebut benda terbuat dari aluminium dengan dua sayap, propeller, serta antena belakang. Pada bagian badan terdapat instrumen yang mirip kamera.

Baca Juga :   KPK Mengatakan Edhy Prabowo ditangkap tim penyidik KPK terkait kasus dugaan tindak korupsi izin ekspor benih lobster.

Temuan drone bawah air. Twitter.com

“Badannya terbuat dari aluminium dengan dua sayap 50 cm, kemudian propeller 18 cm di bawah, panjang antena yang belakang 93 cm,” ujar Yudo menambahkan.

Yudo menjelaskan, sea glider jamak digunakan untuk keperluan survei kelautan untuk kepentingan pengeboran maupun pemetaan zona ikan. Namun dia menegaskan, alat tidak seperti yang ramai dipekulasikan, bisa untuk mendeteksi kapal selam maupun kapal di atas air.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!