27 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Kepulangan Rizieq Shihab Dinilai Pemerintah Untuk Revolusi Ahlak

Realita Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan bahwa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mempunyai hak dan kewajiban hukum yang sama seperti warga negara lain. Karena itu kepulangan Rizieq ke Indonesia pada Selasa, 10 November 2020, menurut Mahfud adalah hak yang harus dilindungi.

“Karena dulu juga waktu pergi, kita berikan hak nya untuk pergi bukan karena kita minta untuk pergi. Sekarang mau pulang kita berikan haknya untuk pulang, karena dia adalah warga negara yang hak-hak nya harus dilindungi,” kata Mahfud dalam keterangan tertulis, Senin, 9 November 2020.

Mahfud mengatakan pemerintah masih mencatat bahwa Rizieq Shihab pulang ke Indonesia untuk melakukan revolusi akhlak. Mahfud menyebut revolusi akhlak itu akan menimbulkan kebaikan.

Baca Juga :   UMKM Diberikan Kemudahan Kredit Usaha Oleh 3 BUMN

“Oleh sebab itu semuanya harus tertib. Silakan menjemput, tapi tertib, rukun dan damai, seperti yang selama ini dianjurkan oleh Habib Rizieq,” kata Mahfud.

Ia meminta aparat yang menjaga kepulangan Rizieq Shihab agar memperlakukannya sebagai hal yang biasa saja. Penjagaan, kata dia, dilakukan hanya karena potensi adanya peningkatan eskalasi orang saat penjemputan.

“Penjagaannya juga supaya ditingkatkan. Tetapi tidak usah berlebihan. Tidak boleh ada tindakan-tindakan yang sifatnya represif, semuanya harus dikawal dengan baik. Sampai Habib Rizieq tiba di kediamannya dengan baik dan selamat,” kata Mahfud.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!