Kepala Balai Taman Nasional Komodo mengatakan, tidak ada proyek pembangunan ‘Jurassic Park’ di Pulau Rinca, Labuan Bajo

Realita Indonesia – Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang Nistyantara mengatakan, tidak ada proyek pembangunan ‘Jurassic Park’ di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Tidak ada pembangunan ‘Jurassic Park’ di Pulau Rinca. Kalau ada pembangunan, jangan kan masyarakat, saya orang pertama yang akan menentang,” kata Lukita Awang Nistyantara di Labuan Bajo, Senin (16/11/2020).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan banyaknya pemberitaan tentang aktivitas pembangunan di Loh Buaya, Pulau Rinca setelah foto seekor Komodo menghadang truk viral di media sosial.

Menurut dia, kegiatan pembangunan yang tengah dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Loh Buaya adalah penataan sarana dan prasarana (sarpras) wisata alam di Pulau itu.

Baca Juga :   Untuk Penyelenggaraan Umrah, Kemenag Susun Pedoman Protokol Kesehatan

Kegiatan penataan ini pun hanya di lembah Loh Buaya dengan memanfaatkan kawasan seluas 1,3 hektare dari luas areal Pulau Rinca seluas 20 ribu hektare.

Kawasan yang digunakan untuk pembangunan Sarpras ini juga merupakan kawasan yang selama ini dijadikan sebagai area pembangunan berbagai fasilitas milik Taman Nasional Komodo.

“Jadi bangunan lama yang dibongkar kemudian di bangun sarana yang lebih aman, baik untuk wisatawan maupun petugas di pulau itu. Jadi tidak benar, seolah-olah Pulau Rinca itu akan diubah total, sehingga mengganggu biawak Komodo,” katanya.

Bahkan tidak ada satu pohonpun yang ditebang dalam proses pembangunan sarana dan prasarana wisata alam di Loh Buaya, Pulau Rinca.

Baca Juga :   Semua Negatif, Petugas dan Relawan di Posko Utama Merapi Jalani Tes Covid-19.

Menurut dia, fasilitas bangunan milik TNK yang ada di kawasan itu, selama ini justru mengganggu biawak raksasa Komodo karena terjadi kontak langsung dengan petugas maupun wisatawan.

“Tetapi dengan adanya sarana prasaran wisata alam yang dibangun secara terintegrasi, maka tidak akan mengganggu Komodo secara langsung karena biawak raksasa itu tidak kontak langsung dengan petugas maupun wisatawan,” katanya.

Selain itu, petugas yang ada di lokasi juga akan jauh lebih aman dari serangan biawak Komodo, seperti yang dialami petugas selama ini, katanya menambahkan.

Lembah Loh Buaya seluas 500 hektare ini, saat ini dihuni 66 ekor individu Komodo dengan aktif sering dijumpai di area sekitar pembangunan Sarpras sekitar 16 ekor.

Baca Juga :   Megaproyek Hambalang Batal Dibangun Kembali Oleh Presiden Jokowi, Kenapa Pak?

Sementara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Konservasi SDA dan Ekosistem Balai Taman Nasional Komodo, menutup sementara kunjungan wisatawan ke resort Loh Buaya, Pulau Rinca.

“Penutupan Loh Buaya karena mempertimbangkan proses percepatan penataan dan pembangunan sarpras wisata alam yang saat ini sedang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Resort Loh Buaya,” katanya.

Penutupan sementara Resort Loh Buaya, SPTN Wilayah I Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo ini dilakukan sejak 26 Oktober 2020 hingga 30 Juni 2021 dan akan dievaluasi setiap dua minggu sekali.

 

Sumber : Oketravel

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!