24 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

“Kemungkinan Masa Libur Panjang Akan Membuat Covid-19 Membludak Di Bulan November” Ungkap Pakar

Realita Indonesia – Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Hidayatullah Muttaqin mengatakan libur panjang mendorong ledakan Covid-19 di bulan November.

“Tren peningkatan sejak minggu kedua November mengindikasikan dampak libur panjang. Daya ledak kasus positif Covid-19 yang baru cukup tinggi,” terang dia di Banjarmasin, Rabu, 25 November 2020.

Hidayatullah mengatakan perkembangan kasus positif Covid-19 Indonesia hingga 25 November terus mengalami penanjakan. Secara kumulatif, jumlah penduduk yang terinfeksi sudah mencapai 506 ribu kasus.

Sedangkan provinsi dengan jumlah kasus kumulatif paling besar adalah DKI Jakarta sebanyak 129 ribu kasus, kemudian Jawa Timur 59 ribu kasus, Jawa Tengah dan Jawa Barat masing-masing 49 ribu kasus, dan Sulawesi Selatan 20 ribu kasus.

Baca Juga :   Indef : Dampak Insentif PPnBM ke Pertumbuhan Ekonomi Sangat Kecil

Kurva tren kasus positif harian menunjukkan kasus baru sempat mengalami penurunan pada dua minggu terakhir bulan Oktober. Namun melonjak kembali sejak minggu kedua November. Meskipun sebenarnya penurunan kasus pada dua minggu terakhir Oktober tersebut terkait dengan turunnya jumlah sampel dan penduduk yang menjalani pemeriksaan PCR.

Di samping libur panjang, ungkap dia, mobilitas penduduk yang tidak terkendali dan berbagai peristiwa yang menciptakan kerumunan pada bulan November juga dapat menjadi pendorong pertumbuhan Covid-19 di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Sementara itu, data statistik Covid-19 menunjukkan rata-rata pertambahan kasus harian sepanjang 1-25 November ini adalah sebesar 4.009 kasus per hari. Angka ini sudah lebih tinggi dari rata-rata kasus harian pada bulan Oktober dengan jumlah 3.970 kasus per hari.

Baca Juga :   Upaya Meningkatkan Penyerapan Produk UMKM Dengan Menyiapkan Susunan Skema Khusus

Selain rata-rata ledakan kasus di bulan November sudah lebih tinggi dari bulan Oktober, rata-rata jumlah kesembuhan harian mengalami penurunan dibanding Oktober, yaitu hanya sebesar 3.646 kesembuhan per hari. Sementara pada bulan Oktober rata-rata kesembuhan harian adalah sebanyak 3.963 kasus.

Adapun tambahan kasus positif pada 1-24 November jumlahnya mencapai 96 ribu kasus. Tambahan ini sudah mendekati jumlah kasus baru pada bulan Oktober yang berada pada posisi 123 kasus baru.

“Ini menunjukkan mobilitas penduduk harus dikontrol di masa pandemi. Kemudian 3T (testing, tracing, dan treatment) ditingkatkan, edukasi 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) semakin digalakkan,” paparnya.

Hidayatullah pun sepakat dengan kebijakan Presiden Jokowi yang meminta jatah libur akhir tahun dan pengganti cuti Idul Fitri pada Desember mendatang dikurangi.

Baca Juga :   Wahai Pak Jokowi,, Apakah Rakyatmu Ini Bisa Dapat Vaksin Covid-19 Secara Gratis??

“Tujuan agar masyarakat tak berbondong-bondong pergi berlibur, sehingga menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 ini sangat tepat. Pemda harusnya juga mengambil langkah konkret membatasi pergerakan dari masyarakat terutama mobilitas antarkota,” tandasnya.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!