Kemenkes Mengatakan, vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma diperkirakan akan selesai pada Maret 2021.

Realita Indonesia – Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kementerian Kesehatan, Mohamad Subuh mengatakan, dari beberapa vaksin yang sedang diuji pemerintah, vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma diperkirakan akan selesai pada Maret 2021.
Menurut Subuh, sebenarnya vaksin tersebut selesai uji klinis di bulan Januari 2021. Namun, harus ada tahapan lagi untuk melakukan evaluasi yang diperkirakan selesai pada Maret 2021. “Kan ada beberapa vaksin yang kita lakukan (uji klinis) ya salah satunya dari PT Bio Farma sendiri.
Nah ini kalau untuk Bio Farma sendiri, kemungkinan akan selesai uji klinis tahap ketiganya, kemungkinan evaluasinya akan selesai sekitar Maret 2021,” kata Subuh dalam diskusi virtual bertajuk “Vaksinasi: Pencegahan vs Pengobatan” pada Selasa, (1/12/2020).
Menko PMK Ingatkan Vaksin Bukan Senjata Pamungkas Terhindar Covid-19 Menurut Subuh, faktor keselamatan harus benar-benar diperhatikan. Hal ini yang membuat pemerintah perlu melakukan sejumlah evaluasi. “Artinya begini, Januari selesai itu semua uji klinisnya, kemudian mereka melakukan studi lagi untuk melakukan evaluasi, mungkin akan keluar hasil evaluasinya itu paling telat Maret 2021,” kata dia.
Menurut Subuh, lebih dari 1.600 orang telah menjadi sukarelawan untuk dilakukan uji coba vaksin tersebut. Hingga kini, tidak ada kendala yang berarti kepada mereka yang menjadi sukarelawan. “Dari 1600-an orang yang dilakukan uji klinis, menjadi volunteer, Alhamdulillah memang tidak ada kendala yang berarti,” kata Subuh. “Dari 1600-an orang artinya baik-baik saja, yang kita harapkan adalah seperti itu ya,” kata dia.
BPOM: Aspek Kehalalan Vaksin Sinovac Sudah Memenuhi Syarat Selain vaksin yang berasal dari PT Bio Farma, Subuh mengatakan pemerintah juga telah melakukan uji klinis tahap tiga pada beberapa vaksin dari luar negeri yang didatangkan ke Indonesia.
Adapun vaksin tersebut, nantinya akan diberikan kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu. “Sumbernya banyak, ada yang dari China, ada yang dari Amerika dan lain-lain, tapi peruntukannya tentu kepada apa petugas-petugas frontline dulu, seperti tenaga kesehatan, kemudian TNI – Polri yang di depan, kemudian awak media mungkin, ya skenario adalah seperti itu,” ucap Subuh. “Nah Ini yang kita tunggu yang informasinya ini akan datang akhir pertengahan Desember,” ujar dia.
Selain itu, yang tidak kalah penting menurut Subuh yakni pemerintah telah melakukan simulasi untuk dilakukan vaksinasi. Simulasi tersebut telah dilakukan di beberapa daerah misalnya Bogor dan Karawang. “Tetapi yang penting begini pemerintah pada minggu ketiga November yang lalu telah melakukan simulasi.
Simulasi ini adalah suatu bentuk uji coba yang dilakukan oleh pemerintah untuk menimbulkan trust pada pada masyarakat,” kata Subuh. “Simulasi di Bogor langsung oleh Bapak Presiden, di Karawang langsung oleh Bapak Wapres, Jadi artinya kalaupun nanti sudah datang vaksinnya kita sudah siap untuk melakukannya,” tutur dia.
Sumber : Kompas.com
Editor : Realita Indonesia
Bagikan :
Baca Juga :   Presiden Jokowi Didesak Walhi Untuk Cabut PP Tentang Pelonggaran Limbah Berbahaya
error: Content is protected !!