13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Kembali Juara 2021, Satria Muda Mengejar Rekor Aspac di IBL

Republika/Thoudy Badai

realitaindonesia.com – Satria Muda Pertamina Jakarta akhirnya menahbiskan diri sebagai juara IBL 2021. Kepastian itu didapat setelah mereka menundukkan Pelita Jaya Bakrie Jakarta dengan skor 68-60 di gim ketiga final yang dihelat di Mahaka Square, Jakarta, Minggu (6/6/2021).

Berkat kemenangan ini, Satria Muda pun meraih keunggulan atas Pelita Jaya dalam laga best of three, dengan total skor 2-1. Sebelumnya, di gim pertama final, Satria Muda juga menang dengan skor 70-50 atas Pelita Jaya.

1. Paruh pertama gim ketiga berjalan ketat

Tidak seperti gim pertama dan kedua, paruh pertama gim ketiga laga final IBL 2021 ini berjalan ketat. Satria Muda dan Pelita Jaya saling kejar mengejar angka. Sempat tertinggal lewat torehan Vincent Kosasih, Satria Muda mampu menyamakan angka via torehan Arki Dikania Wisnu.

Baca Juga :   Shesar Kalah di 16 Besar Laga Toyota Thailand Open 2021

Memang, di kuarter pertama, Satria Muda sempat menorehkan keunggulan 24-12. Namun, memasuki kuarter kedua, Pelita Jaya menggebrak. Beberapa kali, torehan angka dari Hardian dan Vincent membuat Pelita Jaya menegaskan keunggulan atas Satria Muda.

Satria Muda berupaya melayani tekanan ketat dari Pelita Jaya ini. Juan bahkan sempat mencetak tembakan tiga angka jelang akhir kuarter kedua. Namun, sulit bagi Satria Muda menyamakan angka di kuarter kedua ini.

Skor 32-31 untuk keunggulan Pelita Jaya bertahan, dan skor ini jadi penanda dari akhir paruh pertama laga.

2. Paruh kedua jadi titik kebangkitan Satria Muda

Memasuki paruh kedua, tepatnya di kuarter ketiga, Pelita Jaya sebenarnya sempat menegaskan keunggulan kembali. Arus serangan Pelita Jaya gagal dihentikan Satria Muda dan mereka sempat memimpin 39-36.

Situasi juga makin sulit bagi Satria Muda tatkala Arki harus keluar lapangan karena terkena foul-out. Namun, di sinilah titik kebangkitan Satria Muda berawal. Meski tidak ada sosok Arki, Satria Muda kembali mampu memeragakan permainan simpel dan menusuk, laiknya di gim pertama.

Baca Juga :   Longsor di Kota Palopo, Sebabkan Rumah Rusak Berat

Sulit menembus ke area bawah keranjang, para pemain Satria Muda mulai mencoba tembakan-tembakan tiga poin. Upaya ini sukses. Alhasil, Satria Muda mampu berbalik unggul dan menutup kuarter ketiga dengan skor 50-44. Masuk kuarter keempat, giliran Satria Muda yang menekan.

Meski tidak ada Arki, nyatanya serangan-serangan Satria Muda tetaplah tajam. Menghadapi Pelita Jaya yang mulai dihinggapi ketegangan, Satria Muda semakin menggila. Alhasil, mereka menutup kuarter keempat dengan skor 68-60, sekaligus memastikan gelar juara di musim 2021 ini.

3. Jadi gelar ke-10 Satria Muda di era kompetisi profesional

Gelar IBL 2021 ini jadi gelar ke-10 Satria Muda di era kompetisi basket profesional. Sejak kompetisi basket di Indonesia berubah jadi profesional pada 2003, Satria Muda mulai keluar sebagai kekuatan di dunia basket nasional.

Baca Juga :   Terlalu Mahal Bagi Juve, MU Buru Ronaldo Dengan Harga Miring

Dengan torehan ini, Satria Muda pun sukses jadi raja liga basket di era profesional. Namun, gelar kompetisi basket terbanyak di Indonesia masih dipegang oleh Aspac. Sejak kompetisi basket Indonesia masih bernama Kobatama hingga kini, total Aspac sudah menorehkan 14 gelar.

Namun, pemilik Aspac, Irawan Haryono, menyebut bahwa timnya itu telah bubar, kendati sudah merger dengan Stadium pada 2017 menjadi Stapac. Sedangkan Satria Muda, mereka masih punya kesempatan untuk menambah lagi raihan trofi mereka di dunia basket Indonesia.

Artikel ini telah tayang di :
https://www.idntimes.com/sport/arena/sandy-firdaus/satria-
muda-pertamina-juara-ibl/3

Bagikan :
error: Content is protected !!