Kehancuran Timnas Indonesia Dikenang Media Malaysia, Terkait Bagus Kahfi Gabung FC Utrecht

Realita Indonesia – Setelah sempat berbelit-belit, kepindahan Amiruddin Bagus Kahfi dari Barito Putera ke klub Eredivisie, FC Utrecht menjadi kenyataan. Disorot negara tetangga, media Malaysia malah kenang kehancuran Timnas Indonesia.

Setelah sempat alami cedera, kabar bahagia sempat menyertai salah satu punggawa Garuda Nusantara itu ketika Dennis Wise selaku direktur Garuda Select mewujudkan impiannya berkarier di Eropa. Langkahnya pun sempat tak lepas dari kontroversi.

Ya, tensi panas sempat terjadi dari kedua kubu, terutama pihak Laskar Antasari sebagai tim yang mengikat kontrak Bagus Kahfi. Akan tetapi berkat turun tangannya ketua PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, segalanya berakhir secara damai. Baca Juga Bagus Kahfi Segera ke FC Utrecht, Ini Pesan Tegas Ketum PSSI.

Baca Juga :   Wah! 170 Produk UMKM Kota Kediri Siap Mendunia

Baca Juga Malaysia dan UEA Melemah, Vietnam Sebut Timnas Indonesia ‘Hancur’ oleh Park Hang-seo Sementara ini dikontrak tim cadangan atau liga divisi dua, Jong Utrecht, pemain berusia 18 tahun ini lantas disorot oleh media ternama Negeri Jiran, Vocket FC.

Adapun, mereka membandingkannya dengan wonderkid sendiri, Luqman Hakim Shamsudin yang juga di Eropa. “Bagus juga merupakan salah satu pemain muda Asia Tenggara yang berkarier di klub Eropa seperti halnya pemain kami, Luqman Hakim Shamsudin yang sudah lebih dulu ciptakan sejarah tampil perdana bareng klub Belgia, KV Kortrijk,” tulis media itu.

Tak cuma membandingkan dengan pemain mudanya yang sudah lebih dulu harumkan nama bangsa di Belgia, media yang sama rupanya mencantumkan momen tak terduga ketika Luqman Hakim bantu hancurkan Timnas Indonesia bersama Bagus Kahfi di dalamnya.

Baca Juga :   UNICEF akan mengirimkan sekitar 2 miliar vaksin Covid-19 ke negara-negara berkembang pada tahun depan.

“Kedua pemain pernah bertemu di kejuaraan AFF U-18 Youth Championship 2019 lalu di Vietnam, dimana Malaysia berjaya membantai Timnas Indonesia dengan skor 4-3 pada pada babak semifinal,” tutup media tersebut.

Saat itu Bagus Kahfi menjadi rival berat dari Luqman Hakim dalam torehan top skor. Dirinya berhasil setidaknya mencetak enam gol setara Dylan Ruiz-Diaz, wakil Timnas Australia sekaligus juara kompetisi. Sementara sang pemain Malaysia hanya cetak empat gol saja.

Sama-sama memiliki ketajaman mumpuni, keduanya pun sempat dipercaya oleh netizen dari dua negara sebagai rival abadi. Akan tetapi, ‘Kribo’ ternyata cukup rendah diri dan mengakui kehebatan dari salah satu bintang berbakat Harimau Malaya tersebut.

Baca Juga :   Ini yang Sebaiknya Dilakukan Masyarakat, Untuk Siap-siap Resesi Ekonomi

Terlepas dari sorotan media Malaysia, gabungnya Bagus Kahfi bersama FC Utrecht kian menambah daftar para pemain Indonesia berkarier di Eropa. Nantinya, ia tetap bisa pulang membela Timnas Indonesia U-19 jika Shin Tae-yong tertarik memanggilnya.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : indosport.com

Bagikan :
error: Content is protected !!