Katanya Ada Masker Baru Nih! Asli Apa Hoax Yuk Simak Faktanya

Realita Indonesia – Masker masih menjadi barang yang wajib digunakan setiap orang di tengah pandemi virus Corona baru (Covid-19), untuk memutus penularan Covid-19.

Seiring dengan kampanye penggunaan masker, informasi bohong seputar masker pun masih saja beredar di tengah masyarakat, hal ini tentunya bisa menyesatkan bagi yang percaya tentang kabar tersebut.

menelusuri sejumlah informasi seputar masker. Hasilnya, informasi tersebut tidak terbukti dan hoaks.

1. Suhu Panas Masker Bisa Bikin Penderita Hipotiroid Positif Covid-19

Beredar informasi di media sosial yang mengklaim masker bisa menyebabkan seseorang yang hipotiroid jadi positif Covid-19.

Berikut informais tersebut:

“Suhu panas dan CO2 akibat selalu pakai masker akan membuat Rapid dan PCR bisa (+) pd hypothyroid. Hati2 ketangkep alat”

Sedangkan informasi lainnya beredar narasi “covid-19 adalah hawa panas masker+CO2 yang menurunkan keasaman darah”

Lalu benarkah klaim soal masker dan CO2 yang diposting oleh akun tersebut?

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, kllaim yang menyebut masker dan CO2 bisa membuat orang dengan hipotiroid bisa positif covid-19 saat dirapid test atau PCR adalah hoaks.

Baca Juga :   Dolar AS Menguat, Harga Emas Jatuh 1 Persen

2. Memakai Masker Tak Ber-SNI Bakal Didenda dan Dipenjara

Beredar informasi media sosial soal masker yang wajib SNI. Informasi tersebut berupa tangkapan layar dari salah satu situs berita dengan judul “Tak Boleh Sembarangan, Pemerintah Mulai Hari Ini Anjurkan Pakai Masker Ber-SNI”

Namun dalam narasi postingannya ia menulis sebagai berikut,

“memang wes diprediksi…semenjak masker scuba dilarang pasti enek berita anyaran dan terbitlah khabar berita kui…masker ber SNI. wajib dipake warga +62….bisnis memang kejam…kalo gak mentaati peraturan…denda dan penjara akibatnya.”

Lalu benarkah akan ada hukuman denda dan penjara jika tidak memakai masker ber-SNI?

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim yang menyebut orang yang memakai masker tidak ber-SNI akan dipenjara dan didenda adalah tidak benar. Faktanya sertifikasi SNI pada masker masih bersifat sukarela.

3. Masker Penyebab Utama Kematian Pandemi Flu Spanyol

Sejak pandemi virus corona covid-19 melanda dunia, pemakaian masker sudah menjadi gaya hidup. Pemakaian masker dimaksudkan untuk mencegah penularan covid-19 yang belum mereda.

Baca Juga :   Menpora Sebut Kementeriannya Telah Menyusun Desain Besar Olahraga Nasional Untuk Persiapan Tuan Rumah Olimpiade 2032

Namun, ada segelintir orang yang menolak menggunakan masker. Bahkan, mereka malah menyebut pemakaian masker menjadi penyebab utama kematian saat pandemi Flu Sanyol yang terjadi di tahun 1918.

Berikut informasi yang mengklaim penggunaan masker menjadi penyebab utama kematian saat pandemi Flu Sanyol yang terjadi di tahun 1918:

“Pada tahun 2008, Dr. Anthony Fauci menulis sebuah makalah tentang Epidemi Flu Spanyol.Jadi dalam mempelajari pandemi besar dan sebenarnya ini, apa yang dilakukan Dr. Fauci dan rekan-rekannya temukan?

Mereka menemukan bahwa sebagian besar korban Flu Spanyol tidak meninggal karena Flu Spanyol.

Mereka meninggal karena radang paru-paru bakteri. Dan pneumonia bakteri disebabkan oleh…. tunggu saja, tunggu saja…. memakai masker.

Dokter Bedah AS tahu selama ini..”

klaim yang menyebut masker menjadi penyebab utama kematian Flu Spanyol pada 1918 adalah salah karena tidak ada bukti penelitiannya.

Faktanya, Dr. Anthony Fauci dan rekan penelitinya di tahun 2008 menyimpulkan bahwa korban flu Spanyol 1918 meninggal karena pneumonia bakterial yang disebabkan oleh flu. Masker tidak disebutkan di mana pun, baik sebagai sumber bakteri atau bukan.

Baca Juga :   WHO Prediksi Virus Corona Masih Menyebar, Karena Akan Menjelang Musim Dingin

4. Wanita di Video Ini Ditangkap karena Tak Memakai Masker

Beredar kabar ada seorang wanita yang ditangkap polisi karena tidak memakai masker di Singapura.

Informasi tersebut beredar di media sosial, berupa video berdurasi 1 menit, 7 detik. Di sana terdapat seorang wanita yang berdebat dengan pihak kepolisian lalu akhirnya diamankan dengan diborgol.

Unggahan video tersebut disertai narasi, “In Singapore, if no mask, straight arrest. No sympathy,” atau dalam Bahasa Indonesia “Di Singapura jika tak memakai masker langsung ditahan, tidak ada simpati.”

Lalu benarkah kabar Singapura langsung menahan seseorang jika tak memakai masker?

klaim video wanita ditangkap karena tidak memakai masker di Singapura adalah tidak benar. Faktanya wanita tersebut ditangkap karena membuat kegaduhan di mal bukan karena tak memakai masker.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Liputan6.com

Bagikan :
error: Content is protected !!