14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Kata Ridwan Kamil: 3 Hari Lagi Disuntik Vaksin Covid-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan keterangan usai Rapat Koordinasi Progress Penanganan Covid-19 dan Penyerahan Bantuan dua Juta Masker dari BNPB kepada Pemprov Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020).( foto Dok.kompas.com)

Realita Indonesia – Tiga hari dari sekarang atau pada Selasa (25/8/2020), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil akan menjalani penyuntikan calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

“Jadi hari Selasa (25/8/2020) mohon izin Pak Kasad, Pak Wakapolri, kami akan menjadi relawan di sana bersama masyarakat dan dilakukan penyuntikan vaksin,” kata Emil ketika menerima kunjungan Kepala Staf TNI Angkatan Darat dan Wakapolri di Bandung, Jumat (21/8/2020).

Merasa harus bertanggung jawab jika ada reaksi

Jelang penyuntikannya, Ridwan Kamil meminta dukungan agar semua proses berjalan lancar. “Doakan lancar, karena kalau ada reaksi-reaksi ya kami harus bertanggung jawab dan juga menjadi kesaksian. Tapi sampai hari ini dari ratusan (relawan yang sudah divaksin), Alhamdulillah lancar,” kata dia.

Baca Juga :   Apa Benar Drone Asal Cina Menyusup Ke Lautan Indonesia? Ini Kata Insinyur Drone Tempur BPPT

Adapun sebelumnya, Emil mengatakan keikutsertaaanya menjadi relawan adalah untuk memanajemen komunikasi publik dan mengurangi hoaks. Jika sudah lulus uji klinis tahap ketiga, sebagai relawan, Emil dapat membuktikan bahwa vaksin Covid-19 aman digunakan. Sehingga, masyarakat tak perlu ragu divaksinasi jika uji klinis ketiga vaksin dari Sinovac berhasil dan diproduksi massal.

“Jadi biasanya vaksin itu tiga kali (uji klinis). Dua dites di negara produsennya, satu kali terakhir di negara yang akan membeli atau membutuhkan vaksin,” kata dia saat itu.

Disuntik bersama Pangdam dan Kapolda

Selain Ridwan Kamil,Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kapolda Jabar Irjen Pol Sufahriadi juga turut menjadi relawan penyuntikan vaksin di hari yang sama. “Kami bertiga terjadwal di tanggal 25 ya, tanggal 25 itu hari Selasa,” ujar Emil.

Baca Juga :   Kamar di Indonesia-Dapur di Malaysia, Rumah Unik Tiktok Ini Viral

Emil pun mengapresiasi rencana Kasad dan Wakapolri yang hendak menerjunkan relawan dari TNI-Polri dalam penyaluran vaksin ke masyarakat jika sudah berhasil melewati uji klinis. “Pak Kasad menyampaikan nanti pemberian vaksinnya butuh anggota TNI Polri supaya pemberian tidak harus satu tahun, tapi bisa mungkin dua (atau) tiga bulan,” kata dia. Emil menilai, menghadapi Covid-19 layaknya menghadapi medan pertempuran.

Berharap tes Covid-19 di Jabar diperbanyak

Ridwan Kamil, dalam pertemuannya dengan Wakapolri dan Kasad, berharap jumlah pengetesan Covid-19 untuk warga Jabar bisa diperbanyak

Emil mengatakan, jumlah warga yang telah dites Covid-19 kini mencapai 189.000 orang. Namun, jumlah penduduk Jabar sejumlah 50 juta jiwa. Jumlah warga yang telah dites dianggap belum proporsional jika melihat keseluruhan penduduk.

Baca Juga :   15 Kendaraan Rusak Akibat Kapal Feri yang Tabrak Pancang Pemecah Ombak di Merak

“Pengetesan sudah tertinggi kedua setelah DKI Jakarta, namun sering dilihatnya harus pakai presentase, karena penduduknya besar, 50 juta jiwa, presentase kami terlihat kurang maksimal,” kata Emil. Untuk mengejar rasio pengetesan di Jabar, ia meminta Wakapolri dan Kasad memberikan bantuan berupa alat tes usap maupun anggaran.

“Sehingga kami memohon kepada beliau untuk memberikan dukungan PCR atau anggaran agar kami bisa mengetes melalui lembaga swasta yang menyediakan. Karena kapasitas laboratorium kami yang jumlahnya 20 lab, kapasitas sudah maksimal di angka 15.000 hingga 20.000 per minggu. Padahan idelanya di angka 40.000,” tutur Emil.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : kompas.com

Bagikan :
error: Content is protected !!