Kang Emil Berharap Nggak Ada Nakes Yang Menolak Vaksinasi Covid-19

Realita Indonesia – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat ada 152.827 Tenaga Kesehatan (Nakes) yang memerlukan vaksin Covid-19. Mengingat jatah dosis vaksin yang diberikan pemerintah pusat tidak mencukupi, maka vaksinasi dilakukan secara bertahap.

Pada tahap pertama, Jawa Barat mendapat jatah 38 ribu dosis vaksin Covid-19. Setiap orang, harus disuntik dua dosis sesuai prosedur dan mekanisme vaksinasi. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut pemilihan sudah dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas di wilayah zona merah.

“(Dosis vaksin tahap pertama) baru datang barang 30an ribu dosis, Jumat akan datang lagi, sehingga total (jatah vaksin Covid-19 untuk Jawa Barat) 90 ribu dosis. Di tahap satu, minggu depan nakes yang disuntik hanya 45 ribu orang. Saya memohon kepada pemerintah pusat untuk tahap dua dipercepat,” katanya, Rabu (6/1).

Baca Juga :   Inves Tesla Di Indonesia, Luhut Pandjaitan : Tak Lama Lagi!

“Tadi arahan dari presiden dan menteri, di zona merah diperbanyak. Ibaratnya ada 1000 nakes di zona merah dan 1000 nakes di zona tidak merah, meskipun jumlahnya sama, proporsinya tidak sama. Akan lebih bayak di zona merah. Makanya Bodebek dan Bandung Raya lebih banyak (nakes yang disuntik vaksin),” tambah Ridwan Kamil.

Dia berharap tidak ada tenaga kesehatan yang menolak vaksinasi. Orang yang ditunjuk untuk menjalani vaksinasi diibaratkan kewajiban untuk bela negara.

“Kita harap tidak ada (nakes yang menolak vaksinasi). Tadi pak presiden menyampaikan ini kewajiban negara berdasarkan UU tentang wabah. Itu yang menjadi dasar hukum, kenapa yang sudah terdaftar tidak boleh menolak,” imbuh pria yang akrab disapa Emil.

Baca Juga :   Tak Paksa Untuk Vaksinasi Mandiri, Bos Kadin : Bila Mampu, Silakan!

Ketua Harian Satgas Covid-19 Jawa Barat, Daud Ahmad mengatakan, alur pengiriman vaksin Covid-19 tersebut akan diterima oleh Dinkes Provinsi kemudian disalurkan kembali ke Dinkes kabupaten/kota dan berakhir di sejumlah fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Sementara terkait jadwal vaksinasi tenaga kesehatan dan porsi daerah di tahap pertama ini, ia mengaku belum mendapatkan laporan.

Data jumlah nakes di 27 kabupaten/kota se-Jabar:

1. Kota Cimahi: 3058

2. Kota Banjar: 1.223

3. Bogor: 10.185

4. Sukabumi: 4.663

5. Cianjur: 5.351

6. Bandung: 6.248

7. Garut: 6.563

8. Tasikmalaya: 1.685

9. Ciamis: 3.842

10. Kuningan: 3.363

11. Cirebon: 6.823

12. Majalengka: 4.306

Baca Juga :   'Pemaksaan Vaksinasi Covid-19 Merupakan Pelanggaran HAM' Amnesty International

13. Sumedang: 2.654

14. Indramayu: 4.584

15. Subang: 3.932

16. Purwakarta: 3.294

17. Karawang: 9.240

18. Bekasi: 10.463

19. Kota Bogor: 7.243

20. Kota Sukabumi: 4.039

21. Kota Bandung: 20.533

22. Kota Cirebon: 5.439

23. Kota Bekasi: 11.983

24. Kota Depok: 12.269

25. Kota Tasikmalaya: 2.953

26. Bandung Barat: 3.506

27. Pangandaran: 1.701

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Merdeka.com

Bagikan :

Next Post

Perihal Pembatasan Kegiatan di Jawa dan Bali, Menko Airlangga Sebut Itu Bukanlah Pelarangan

Kam Jan 7 , 2021
Realita Indonesia – Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto, menegaskan kebijakan pemerintah dalam pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali bukan untuk melarang kegiatan masyarakat. Pembatasan ini dilakukan untuk mencermati dan menekan perkembangan Covid-19. “Pertama ditegaskan ini bukan pelarangan kegiatan masyarakat yang pertama,” kata Airlangga […]

Breaking News

error: Content is protected !!