Kalau Memang Negara Adil dan Beradab Semua yang Kumpulan Diperiksa, Ungkap Gatot Nurmantyo.

Realita Indonesia – Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo menyinggung pemeriksaan pimpinan FPI Muhammad Rizieq Syihab oleh kepolisian sebagai saksi kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan acara di Petamburan, Jakarta Pusat. Namun, Rizieq dan menantunya Hanif Alatas tak menghadiri pemeriksaan yang sedianya dilakukan polisi kemarin tersebut.

“Contoh saja singkat saja apa yang terjadi belakangan ini, tentang pemeriksaan Habib Rizieq, kalau memang negara ini adil dan benar-benar beradab semua yang kumpulan-kumpulan periksa semuanya ini contoh saja,” kata Gatot dalam acara Dialog 100 Tokoh dan Ulama Memperingati Reuni ke-4 gerakan 212 digelar FPI secara daring, Rabu (2/12).

Gatot juga menyinggung perihal penangkapan petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Gatot yang merupakan presidium KAMI menilai penangkapan rekannya tersebut tanpa didasari bukti yang kuat.

“Kemudian contohnya anggota KAMI Syahganda Nainggolan, bang Jumhur, bang Anton, pada saat ditangkap saya bilang jangan dikasiani karena mereka bukan pejuang karbitan. Justru yang kita kasianilah adalah para penyidik, karena penyidik di kepolisian ini adalah orang-orang pintar dan pasti mempunyai hati nurani dia batinnya tersiksa karena dia harus melakukan pelanggaran hukum untuk menangkap sodara-sodara KAMI tanpa alat bukti yang kuat,” kata Gatot.

Baca Juga :   Jalankan Program Pembangunan Dan Perekonomian, OJK Jalin Kerjasama Dengan OECD Dan AMBD

Sebelumnya, Pimpinan Ormas FPI, Rizieq Syihab, dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, hari ini. Rizieq akan dimintai keterangan soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan akibat kerumunan orang di acaranya di Petamburan beberapa waktu lalu.

Tetapi hingga siang ini, Rizieq belum tampak. Saat dikonfirmasi, tim pengacara FPI, Ichwan Tuankotta, belum bisa memastikan apakah Rizieq dan menantunya Hanif Alatas akan memenuhi panggilan penyidik hari ini.

“Kalau itu belum bisa memastikan (kedatangan Habib Rizieq),” kata Ichwan, Selasa (1/12).

Tetapi, Ichwan memastikan tim kuasa hukum akan mendatangi Polda Metro Jaya.

“Tim kuasa hukum nanti semua akan ke Polda untuk ketemu dengan pihak kepolisian. Itu aja yang bisa disampaikan. Insya Allah tim pengacara Habib Hanif dan Habib Rizieq akan ke Polda Metro Jaya. Kita akan jelasin di Polda,” katanya.

Baca Juga :   Kunjungan Online untuk Edhy Prabowo Di Perketat Oleh KPK

Kondisi di Polda Metro Jaya saat ini, sejumlah aparat kepolisian disiagakan untuk melakukan pengamanan kedatangan Habib Rizieq. Sejumlah mobil taktis tampak terparkir di sekitar gedung Polda Metro Jaya.

Surat pemanggilan untuk Rizieq dan menantu sudah dikirimkan penyidik pada Senin (30/11) kemarin. Keduanya akan diperiksa sebagai saksi terkait kerumunan pelanggaran protokol kesehatan.

“Besok Ada tiga yang akan kita lakukan pemeriksaan, Pertama adalah biro hukumnya dari FPI inisial AY, kemudian kedua, menantu dari MRS inisialnya HA, dan ketiga saudara MRS juga kita jadwalkan pemanggilannya untuk bisa hadir dilakukan pemeriksaan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan pada Senin (30/1).

Baca Juga :   Parpol Demokrat Menyarankan Moeldoko Daftar Jadi Kader, Jika Ingin Masuk Bursa Pilpres 2024

Yusri mengharapkan kepada ketiga orang yang dilakukan pemanggilan oleh penyidik pada hari ini untuk bisa hadir, sebagai warga negara yang taat hukum.

“Kami yakin mudah-mudahan kita warga negara Indonesia harus taat terhadap hukum,” katanya.

Sementara itu, tiga anggota KAMI ditahan Mabes Polri. Mereka adalah Syahganda Nainggolan, Anton Permana, dan Jumhur Hidayat.

Mereka ditangkap karena diduga menyebarkan provokasi hingga menyulut demo RUU Cipta Kerja. Dari hasil pemeriksaan, para anggota KAMI diduga melanggar pasal 45 ayat 2 Undang-undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Mereka juga dikenakan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan.

Sumber : Merdeka.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!