13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Jumlah Pengunjung Dibatasi, Wisata Gunung Bromo Segera Dibuka

Kawasan wisata Gunung Bromo (Dok.Yuswantoro)

Realita Indonesia – Pecinta wisata alam bisa kembali bernafas lega. Pemerintah bakal memberikan kelonggaran untuk membuka kawasan wisata Gunung Bromo, setelah sekian lamanya ditutup akibat pandemi COVID-19.

Kepastian bakal dibukanya kembali kawasan wisata Gunung Bromo itu, juga ditegaskan oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), John Kenedie, usai menggelar rapat bersama kepala daerah dan Kementrian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK).

Dalam rapat tersebut, sempat disinggung bahwa kawasan wisata Gunung Bromo, nakal dibuka untuk umum pada awal Agustus mendatang. Namun John Kenedie menegaskan, masih menunggu kondisi kesiapan penerapan protokol kesehatan di tempat wisata alam tersebut.

“Kami tentunya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang menjadi pintu masuk Gunung Bromo, yakni Lumajang, Bromo, Pasuruan, dan Malang. Mereka nantinya juga yang menentukan rekomendasi wisatawan dari daerah mana saja yang bisa masuk,” tegasnya.

Baca Juga :   Kali Ini di Bekasi, Warga Kembali Dengar Dentuman

Prosedur tetap tentang protokol kesehatan untuk berwisata di Gunung Bromo, juga tengah disiapkan. Di antaranya kewajiban mencuci tangan, dan menggunakan masker. Selain itu juga ada pembatasan jumlah wisatawan.

John Kenedie menyebutkan, kesepakatan yang dibuat antar kepala daerah dengan BB TNBTS menyatakan, jumlah maksimal wisatawan yang bisa masuk adalah 20% dari jumlah wisatawan dalam kondisi normal.

“Nantinya maksimal hanya boleh sekitar 739 wisatawan yang boleh masuk setiap harinya. Mereka juga akan dibagi di setiap titik. Seperti di Penanjakan, maksimal hanya menampung 169 orang/hari, sisanya bisa dialihkan ke Lautan Pasir. Pemesanan tiket juga dilakukan secara online saja,” tuturnya.

Sementara Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan, secara umum untuk wisata di Gunung Bromo sudah siap dibuka. “Kami nantinya akan menyiapkan berbagai kelengkapan di pintu masuk, seperti tempat cuci tangan untuk wisatawan,” tegasnya.

Baca Juga :   Berulang Kali Tak Pakai Masker Bisa Didenda Rp 1 Juta, Anies Terbitkan Pergub Denda Progresif

Dia menyebutkan, hanya wisata pendakian ke puncak Gunung Semeru, yang belum dibuka di masa pandemi COVID-19 ini. Sementara lokasi wisata lainnya nantinya bisa dikunjungi dengan pembatasan, seperti di Puncak B29, Lautan Pasir, dan Penanjakan.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : daerah.sondonews.com

Bagikan :
error: Content is protected !!