14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Jubir Satgas Wiku Ingatkan ‘Bahwa Belajar Tatap Muka Tahun Depan Nanti Tidak Akan Seperti Dulu’

Realita Indonesia – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) akan dibuka mulai awal 2021. Namun begitu dia mengingatkan bahwa bukan berarti KBM akan berjalan seperti dulu.

“Kegiatan belajar mengajar tatap muka yang akan mulai dilakukan tahun depan tidak berarti kegiatan belajar mengajar akan berlangsung seperti sedia kala secara instan,” katanya saat konferensi pers, Selasa (24/11/2020).

Dia memperingatkan bahwa institusi pendidikan bisa menjadi klaster penularan baru jika mengabaikan protokol kesehatan. Dia meminta agar institusi pendidikan tidak lalai dengan protokol kesehatan.

“Terus disiplin dalam menjaga jarak salah satunya dengan pembuatan shift masuk, pembatasan kapasitas kelas, meniadakan kegiatan sekolah yang berpotensi menimbulkan kerumunan, disiplin memakai masker, dan tidak pernah lupa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah berkegiatan. Hal ini adalah prinsip yang harus diutamakan,” katanya.

Baca Juga :   Serem..Gunung Semeru Kembali Meluncurkan Awan Panas Guguran

Pada kesempatan itu Wiku juga membeberkan syarat yang harus dipenuhi sekolah untuk membuka kegiatan belajar mengajar. Di antaranya ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan.

“Seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer dan desinfektan,” ujarnya.

Selain itu, sekolah juga harus mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan. Lalu kesiapan menerapkan wajib masker, memiliki alat pengukur suhu badan atau thermo gun. Lalu sekolah juga harus memiliki pemetaan seluruh elemen sekolah yang mencakup kondisi kesehatan atau riwayat komorbid.

“(Kemudian) Risiko perjalanan pulang pergi. Termasuk akses transportasi yang aman, serta riwayat perjalanan dari daerah dan zona risiko tinggi dan kontak erat. Serta pemeriksaan rentang isolasi mandiri yang harus diselesaikan pada kasus positif. Kemudian juga persetujuan komite sekolah atau perwakilan orang tua atau wali,” katanya.

Baca Juga :   Untuk Obat Asli Indonesia, Menristek Minta Untuk Dimasukkan Ke Rujukan Jaminan Kesehatan Nasional

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Sindonews.com

Bagikan :
error: Content is protected !!