Jangan Sampai Massa Sudah Berkerumun Baru Dibubarkan, Ucap Doni Monardo

Realita Indonesia – 19/11/2020, 15:08 WIB Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo memberikan keterangan pers di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). Doni Monardo mengatakan selama dua minggu terakhir angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang berdampak pada keterisian ruang isolasi yang semula 32 persen saat ini naik menjadi 53 persen.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo memberikan keterangan pers di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). Doni Monardo mengatakan selama dua minggu terakhir angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang berdampak pada keterisian ruang isolasi yang semula 32 persen saat ini naik menjadi 53 persen.

Baca Juga :   Komnas Perempuan Dan Komnas Ham Dorong Revisi UU ITE

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta kepala daerah, pangdam, dan kapolda tak terlambat mencegah terjadinya kerumunan massa. Sebabnya, jika massa sudah terlanjur berkerumun akan susah dibubarkan dan bisa memicu aksi kekerasan.

“Makanya saya minta kepada semua pemimpin di daerah untuk melakukan pencegahan, mengingatkan agar apa yang terjadi di Jakarta minggu lalu tidak terulang di tempat lain,” kata Doni lewat keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020). “Kalau massa sudah berkumpul dan kita bubarkan maka bisa terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Pasti jatuh korban. Makanya harus tegas sejak awal, agar kerumunan yang melanggar protokol kesehatan tidak terjadi,” lanjut Doni.

Satgas Covid-19 Minta Kepala Daerah Bubarkan Segala Bentuk Kerumunan Doni pun berjanji, akan menelpon semua gubernur, pangdam dan kapolda di seluruh Indonesia untuk mengingatkan agar benar-benar menjalankan larangan kerumunan massa. Ia menambahkan, para pemimpin di daerah harus tegas menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan untuk melindungi masyarakat. Menurut Doni, percepatan penanganan membutuhkan peran serta semua pihak.

Baca Juga :   Bawaslu menyampaikan kekerasan terjadi saat tim sukses Pilkada 2020 tidak terima jika kampanye mereka dibubarkan.

Tanpa dukungan kolektif dari masyarakat, rantai penyebaran Covid-19 akan terus terjadi. Menghindari kerumunan, salah satunya, menjadi langkah yang nyata untuk memutus rantai penyebaran tersebut. “Upaya bersama dalam perubahan perilaku dibutuhkan dalam adaptasi masa pandemi ini. Salus populi suprema lex, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” kata Doni.

Sumber : Kompas.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!