Jangan Diremehkan, Berikut Gejala Long Covid-19 yang Juga Bisa Menyerang Anak

realitaindonesia.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa kasus tersebut panjang Covid-19 juga bisa terjadi pada anak-anak. Oleh karena itu, orang tua diminta untuk terus melakukan tes terhadap anak yang kontak dekat dengan keluarga atau orang yang terinfeksi
Covid-19, meskipun anak tersebut tidak menunjukkan gejala atau tanda yang ringan.

“Jangan remehkan PCR, termasuk untuk anak-anak karena pada akhirnya kasusnya tidak bisa dilacak,” kata Ketua Umum IDAI Aman Bhakti Pulungan saat konferensi pers Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan 5 organisasi profesi kedokteran, Minggu ( 27/6/2021).

Selamat mengatakan gejalanya panjang Covid-19 pada anak dapat berupa anak menjadi lemah, kurang perhatian, sesak napas, rambut rontok, nyeri sendi, dan lain-lain. Sehingga ia meminta para orang tua untuk tidak menganggap enteng Covid-19 lalu mengajak anak-anaknya untuk keluar rumah.

Baca Juga :   Pada Tahun 2025, Seluruh Bidang Tanah Harus Sudah Bersertifikat Ungkap Pak Jokowi

“Dalam 4, 6, atau 8 bulan, anak-anak kita tidak akan tahu bahwa mereka telah terinfeksi Covid-19. Akhirnya, dia menjadi lemah, tidak bisa berkonsentrasi, sesak napas, rambutnya rontok, dan sebagainya. ,” kata Aman.

Menurut Aman, angka PCR nasional masih rendah, meski hanya beberapa provinsi yang memiliki kadar PCR sesuai standar World Health Organization (WHO). Situasi ini membuat banyak kasus tidak terdeteksi, termasuk kurangnya transparansi data kasus Covid-19 pada anak di seluruh provinsi di Indonesia.

“Ini masalah. Saya ingatkan, kalau kita tidak mau tes, PCR pada anak-anak. Takutnya ada gejala. panjang Covid-19 pada anak. Apa yang terjadi sekarang dan di masa depan, telah terjadi pada kami, telah terjadi di India,” kata Aman.

Baca Juga :   Aksi Biadab KKB di Papua, 2 Guru Tewas dan 3 Sekolah Dibakar dalam 2 Hari

Aman mengimbau para orang tua untuk tidak membawa anaknya keluar rumah kecuali ada keperluan yang mendesak. Peningkatan kasus Covid-19 pada anak menjadi pengingat bagi orang tua atau orang dewasa untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Hindari membawa anak keluar rumah kecuali mendesak. Ini saatnya mengajarkan anak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Aman mengatakan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun kini mencapai 12,6%. Sementara itu, persentase kematian akibat kasus terkonfirmasi pada anak-anak tersebut adalah 1,2%.

“IDAI menghimbau agar semua kegiatan yang melibatkan anak usia 0-18 tahun dilakukan secara online,” lanjut Aman.

Safe juga meminta orang tua melengkapi imunisasi rutin bagi anaknya untuk mencegah penyakit berbahaya lainnya. Selain itu, pemberian ASI (ASI) sebagai makanan utama bagi anak usia 0-6 bulan harus digalakkan.

Baca Juga :   'Buah Tangan' Terawan Dan Luhut Dari China, Vaksin Covid-19 Untuk Indonesia Ada Peningkatan

“Mari kita jaga kebersamaan anak-anak Indonesia, penuhi haknya untuk hidup dan sehat jasmani dan rohani untuk masa depan yang lebih baik,” kata Aman.

 

Artikel ini sebelumnya tayang di :
https://www.ndnstoday.com/2021/06/28/long-covid-19-bisa-terjadi-pada-anak-ini-gejalanya/

Bagikan :

Next Post

Dua Penambang Timah Asal Banten Tertimbun di Kedalaman 28 Meter di Kelapa Kampit

Sen Jun 28 , 2021
realitaindonesia.com – Dua orang penambang timah bawah tanah (underground) di Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Naryo (34) dan Andri (22), dilaporkan tertimbun, setelah terjebak di kedalaman 28 meter. Kapolsek Kelapa Kampit AKP Morhan, mewakili Kapolres Belitung Timur AKBP Jojo Sutarjo, di Kelapa Kampit, Senin, mengatakan dua […]

Breaking News

error: Content is protected !!