Jakarta Ditargetkan Jadi Kota Berketahanan Iklim 2030 Kata Anies Baswedan

Realita Indonesia, JAKARTA – Gubernur Anies Baswedan mengatakan Jakarta ditargetkan menjadi kota berketahanan iklim pada 2030. DKI nantinya ditargetkan menjadi kota berketahanan, baik secara mitigasi bencana maupun kesiapan untuk mengatasi dampak perubahan iklim.

“Sepuluh tahun dari sekarang, Jakarta akan menjadi center of excellence dalam menanggulangi dampak perubahan iklim, mitigasi bencana hingga proses pemulihan pascakrisis baik di tingkat regional, nasional, dan global,” tulis Anies di akun instagramnya @aniesbaswedan, Sabtu, 14 Februari 2021.

Pada 25 Januari 2021 kemarin, Jakarta bergabung dalam program 1.000 Cities Adapt Now #1000CAN. Program ini bagian dari kegiatan Climate Adaptation Summit 2021, forum virtual yang dihadiri Wali Kota Rotterdam, Mr. Aboutaleb, Sekretaris Jenderal ke-8 PBB, YM. Ban Ki-Moon serta berbagai pemimpin institusi, negara, kota, komunitas, sektor swasta, dan masyarakat umum yang berasal lebih dari 50 negara.

Baca Juga :   Untuk Penyelasaian Kasus Soal UU ITE, Kapolri: Enggak Perlu Ditahan, Proses Mediasi

Untuk mencapai visi menjadi kota berketahanan tersebut, Pemprov DKI berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dari berbagai sektor, entitas swasta, dan organisasi non-pemerintah. “Kami juga menempatkan aksi penanggulangan dampak perubahan iklim sebagai prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota (2018-2022) dan Aksi Strategis Kota.”

Anies menuturkan Pemerintah DKI telah melakukan beberapa upaya seperti membersihkan sungai, membuat sumur resapan, penampungan air hujan, serta merevitalisasi sejumlah waduk untuk menampung air. Di samping itu, pemerintah juga membangun taman, hutan kota, ruang terbuka hijau, dan penanaman pohon untuk meningkatkan kualitas udara kota.

Untuk perbaikan kualitas udara, beberapa tahun terakhir pemerintah juga mendorong warga untuk beralih ke transportasi umum sebagai sarana perjalanan. Prasarana transportasi dan mobilitas umum terus dikembangkan. DKI, kata Anies, juga mengerjakan perluasan MRT, BRT, LRT, revitalisasi trotoar, integrasi berbagai moda transportasi, dan pengembangan jalur khusus sepeda di seluruh kota.

Baca Juga :   Yuk Kenali Penyakit Musim Hujan Yang Perlu Diwaspadai Oleh Kita, Namanya Hepatitis A

“Sebagai kota kolaborasi, kami juga membuka pintu untuk kolaborasi dari berbagai pihak menuju kota berketahanan,” ucapnya.

Anies Baswedan menambahkan Pemerintah DKI merasakan mendapatkan suatu kehormatan ikut menjadi bagian dari program kota berketahanan iklim. “Kami berkomitmen penuh menuju kota berketahanan dan berbagi ide-solusi dengan kota-kota lain di dunia.

Artikel ini juga dimuat pada Tempo.co dengan judul ‘Anies Baswedan Sebut Jakarta Ditargetkan Jadi Kota Berketahanan Iklim 2030’ Link https://metro.tempo.co/read/1432761/anies-baswedan-sebut-jakarta-ditargetkan-jadi-kota-berketahanan-iklim-2030/full&view=ok

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :

Next Post

Revisi RPJMD Anies Ditolak PDIP, Karena Tidak Sesuai Aturan Ungkap Gembong

Sen Feb 15 , 2021
Realita Indonesia, JAKARTA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan fraksinya telah menyatakan menolak revisi RPJMD 2017-2022 Gubernur Anies Baswedan. “Kami menolak karena tidak sesuai peraturan hukum,” kata Gembong melalui pesan singkatnya, Sabtu, 14 Februari 2021. Menurut Gembong, Pemerintah DKI tidak bisa merevisi RPJMD mengacu dengan pasal 342 ayat […]

Breaking News

error: Content is protected !!