Ini Yang Dilakukan Ridwan Kamil, Jabar Terancam Krisis Pangan 2021

Realita Indonesia – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadapi potensi krisis pangan di 2021. “Ada indikasi negara pengekspor pangan akan menahan diri (untuk mengekspor). Seperti beras. Jangan sampai Jabar krisis pada suplai pangan,” ujar Ridwan Kamil di Bandung, Kamis (10/12/2020) malam.
Pria yang akrab disapa Emil ini menjelaskan, untuk menghadapi hal itu, pihaknya menyiapkan konsep baru, yakni West Java Food & Agriculture Summit. Dalam forum tersebut, akan dihadirkan 20 perusahaan yang siap membeli berbagai produk pangan di Jabar.
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021 Lewat program ini, akan tersampaikan pula berbagai informasi kebutuhan pangan di Jabar. “Misal butuh kentang berapa lagi, ternyata jeruk nipis yang perlu dihasilkan, talas, dan lain-lainnya yang bersifat pangan.
Selama ini informasi itu tidak ada dan orang (bingung) jual ke mana,” tutur dia. Pada 2021, siapa yang menanam apa sudah disinkronkan dengan kebutuhan pasar. Produk pun dibeli dengan harga yang baik. “Ini diiringi dengan rencana program petani milenial, di mana pemerintah provinsi akan meminjamkan lahan-lahan yang menganggur di Jabar,” ucap dia.
Ke depan, akan dibangun penguasaan teknologi. Pertanian yang mengedepankan basis sains. Jualannya dilakukan secara online. Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar Herawanto mengatakan, sektor pertanian penting untuk segera dipulihkan.

Baca Juga :   Lagi Rame Soal Larangan Ngebir Dan Ngewine, 'Awas, Marak Oplosan!' Ungkap Juragan Minol
Sebab sektor pertanian, menurut data triwulan III 2020, menjadi penyumbang ekonomi terbesar ke-3 di Jawa Barat setelah industri pengolahan dan perdagangan. Dalam 3 tahun terakhir (2017-2019), pertanian menunjukkan tren pertumbuhan meningkat.
Di masa pandemi, sektor ini bahkan menjadi salah satu sektor yang masih mampu tumbuh positif. “Secara spasial, produksi 10 komoditas pangan utama Jawa Barat yaitu padi, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai merah, tomat, tebu dan kelapa sawit,” ucap dia.
Di sisi lain, data BPS menunjukkan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Barat berada di kawasan Pantura dan Priangan Timur dengan persentase penduduk miskin masing-masing sebesar 10,89 persen dan 8,72 persen.  Petani Harus Diberi Insentif untuk Cegah Krisis Pangan Kedua kawasan ini notabene merupakan sentra pertanian Jawa Barat.
Oleh karena itu, perbaikan kinerja dan nilai tambah sektor pertanian yang lebih baik akan berpotensi memperbaiki kesejahteraan di daerah-daerah tersebut yang tentu akan berdampak di keseluruhan kesejahteraan di Jawa Barat.
Sumber : Kompas.com
Editor : Realita Indonesia
Bagikan :

Next Post

Awi Setiyono Jadi Wakil Gubernur Akpol, Mutasi Polri.

Jum Des 11 , 2020
Realita Indonesia – Kapolri Jenderal Pol Idham Azis melakukan mutasi jabatan terhadap para perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) di institusi yang dipimpinnya, termasuk Karopenmas Divhumas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono yang diangkat menjadi Wakil Gubernur Akademi Kepolisian Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. Posisi Karopenmas selanjutnya akan ditempati oleh […]

Breaking News

error: Content is protected !!